Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA tahun terakhir jumlah satelit yang mengorbit mengitari Bumi meningkat secara signifikan. Kondisi itu karena peluncuran mega-konstelasi satelit internet seperti Starlink milik SpaceX.
Berdasarkan data terbaru hingga akhir Maret 2025, terdapat 14.904 satelit individual yang mengorbit Bumi, meningkat 31,54% sejak Juni 2023, menurut laporan dari Pixalytics yang mengacu pada data United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA) dan Gunter’s Space Page.
Dari total tersebut, sekitar 11.700 satelit aktif beroperasi di berbagai orbit Bumi, terutama di orbit rendah Bumi (LEO) yang berada di bawah 2.000 kilometer dari permukaan. Berbagai satelit itu berfungsi untuk komunikasi, navigasi, pengamatan cuaca, hingga penelitian ilmiah. Sisanya merupakan satelit non-aktif, puing antariksa, atau satelit yang sudah dipensiunkan dan menunggu deorbitasi.
Satelit diorbitkan pada beberapa ketinggian berbeda, antara lain:
Ketinggian sekitar 160-2.000 km, tempat sebagian besar satelit komunikasi dan pengamatan berada. Saat ini terdapat lebih dari 8.100 satelit di LEO.
Ketinggian antara 2.000 km hingga 35.786 km, digunakan untuk satelit navigasi seperti GPS, Galileo, dan GLONASS. Ada sekitar 199 satelit di orbit ini.
Ketinggian sekitar 35.786 km di atas ekuator, di mana satelit tetap berada di posisi tetap relatif terhadap permukaan Bumi. Saat ini terdapat sekitar 552 satelit di orbit ini, termasuk satelit komunikasi dan cuaca.
SpaceX mendominasi populasi satelit di orbit rendah dengan lebih dari 6.600 satelit Starlink yang telah diluncurkan hingga April 2025. Jumlah itu menjadikan Starlink sekitar 60% dari total satelit aktif di LEO. Padahal perusahaan milik Elon Musk itu berencana mengorbitkan 12.000 satelit dalam beberapa tahun mendatang.
Selain satelit yang mengorbit Bumi, terdapat juga sekitar 111 satelit yang mengorbit objek lain seperti Bulan, Matahari, komet, atau planet lain.
Awal 2025, jumlah satelit yang mengorbit Bumi mencapai hampir 15.000 unit. Di mana lebih dari 11.700 satelit aktif milik Starlink. Lonjakan ini membawa manfaat besar dalam komunikasi dan teknologi, namun juga menimbulkan tantangan besar terkait pengelolaan ruang antariksa agar tetap aman dan berkelanjutan.
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
TEKNOLOGI Earth Intelligence dan Satelit internet of things (IoT) diperkirakan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan.
APPLE dikabarkan tengah mengembangkan teknologi berbasis satelit untuk perangkat iPhone. Memungkinkan pengguna memiliki jaringan telekomunikasi yang lebih kuat
Presiden AS Donald Trump pertimbangkan serangan udara ke Iran menyusul tindakan keras rezim terhadap pengunjuk rasa.
Elon Musk melalui SpaceX menggratiskan layanan Starlink di Iran untuk membantu demonstran menembus blackout internet di tengah kerusuhan yang menewaskan 1.800 orang.
Presiden AS Donald Trump siapkan opsi militer dan tarif 25% bagi mitra dagang Iran. Simak respons keras Teheran dan update korban demo Iran 2026.
BENCANA alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga melumpuhkan akses komunikasi dan konektivitas digital.
Dengan pulihnya akses komunikasi, diharapkan koordinasi distribusi bantuan, pendataan korban, dan pelayanan dapur umum dapat berjalan lebih efektif.
Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved