Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Minggu (29/12) pagi, matahari melepaskan suar surya kelas X1.1, salah satu jenis ledakan matahari terkuat, yang kemungkinan menjadi suar besar terakhir di tahun 2024. Ledakan ini terjadi di wilayah barat laut sisi matahari yang menghadap Bumi pada pukul 02:18 EST (07:18 GMT) dan menyebabkan pemadaman radio yang signifikan di beberapa bagian Bumi, menurut Pusat Prediksi Cuaca Antariksa (SWPC) NOAA.
“Analisis sedang berlangsung untuk menentukan apakah terdapat lontaran massa koronal (CME) yang terkait dan dampak potensialnya,” tulis pejabat SWPC.
CME adalah ledakan material matahari yang sangat besar yang, jika mengarah ke Bumi, dapat memperkuat tampilan cahaya aurora dan mengganggu satelit serta infrastruktur listrik di Bumi.
Pejabat SWPC sedang melacak dampak suar surya ini untuk menentukan apakah ada peristiwa CME yang menyertainya. Jika ada, kemungkinan aurora di Bumi bisa meningkat, menciptakan tampilan cahaya spektakuler seperti kembang api matahari untuk menyambut Tahun Baru.
Namun, meskipun suar X1.1 ini sangat kuat, bukanlah yang terbesar di tahun 2024. Gelar tersebut dipegang oleh suar X9 yang terjadi pada 3 Oktober. Suar ini merupakan yang terbesar ketiga sejak 2011 dan terbesar kelima sejak 2005.
Pejabat SWPC mengamati letusan suar X1.1 menggunakan instrumen pada satelit cuaca GOES-16. Satelit ini adalah bagian dari armada NOAA dan NASA yang terus memantau matahari untuk mendeteksi suar surya dan peristiwa cuaca antariksa lainnya. (Space/Z-3)
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Fenomena aurora atau Northern Lights kian sering terlihat hingga wilayah selatan. Ilmuwan menjelaskan hal ini berkaitan dengan puncak siklus Matahari dan badai geomagnetik.
Matahari melepaskan rentetan ledakan dahsyat, termasuk suar kelas X8.3 yang menjadi terkuat tahun ini. Simak dampaknya terhadap sinyal radio dan peluang Aurora.
Ledakan massa korona (CME) raksasa memicu badai geomagnetik parah level G4. Simak daftar 24 negara bagian yang berpotensi melihat cahaya aurora malam ini.
Letupan surya X1.1 pada 8 Desember menyebabkan gangguan komunikasi radio di Australia dan Asia Tenggara.
Letupan surya kelas X yang terjadi pada November berhasil direkam teleskop GREGOR di Spanyol.
Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun. Fenomena ini membuat rotasi Bumi melambat dan panjang satu hari bertambah, meski perubahan terjadi sangat lambat.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Fenomena Bulan yang disebut perlahan menjauh dari Bumi kembali ramai dibahas. Di media sosial, narasinya cepat melebar,
Adanya gaya pasang surut tersebut menyebabkan lautan bergelombang dan membentuk dua tonjolan, mengarah dan menjauhi Bulan.
Salah satu aspek paling penting dari penelitian ini adalah memastikan bahwa hidrogen yang ditemukan bukan hasil kontaminasi dari lingkungan Bumi.
Wahana Luar Angkasa yang Mendarat ke Bumi Berpotensi Rusak Lapisan Atmosfer? Begini Penjelasannya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved