Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA astronaut NASA yang telah terjebak di luar angkasa selama lebih dari dua bulan akan kembali ke Bumi pada Februari 2025 bersama SpaceX. NASA mengatakan pesawat luar angkasa Boeing Starliner yang digunakan oleh astronaut Sunita Williams dan Barry Wilmore untuk perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan kembali ke Bumi tanpa awak.
Keduanya lepas landas pada 5 Juni dengan rencana misi selama delapan hari, tetapi kini akan menghabiskan sekitar delapan bulan di orbit. Starliner mengalami masalah dalam perjalanan menuju ISS, termasuk kebocoran helium yang mendorong bahan bakar ke dalam sistem propulsi. Beberapa thruster juga tidak berfungsi dengan baik.
Boeing dan SpaceX masing-masing mendapatkan kontrak miliaran dolar dari NASA untuk menyediakan penerbangan luar angkasa komersial bagi astronautnya. Kontrak Boeing bernilai US$4,2 miliar sementara SpaceX, yang didirikan miliarder Elon Musk, mendapatkan US$2,6 miliar.
Baca juga : Hari ini, Roket Space X Bawa Astronaut AS, Rusia, dan Uni Emirat ke Stasiun Luar Angkasa
Hingga saat ini, SpaceX telah mengirimkan sembilan penerbangan berawak ke luar angkasa untuk NASA, serta beberapa misi komersial, tetapi ini adalah upaya pertama Boeing dalam misi berawak.
Insinyur di Boeing dan NASA telah menghabiskan bulan-bulan untuk mencoba memahami masalah teknis dengan pesawat Starliner, melakukan pengujian dan mengumpulkan data, baik di luar angkasa maupun di Bumi. Harapan mereka adalah untuk mengetahui akar permasalahan dan menemukan cara untuk mengembalikan astronaut dengan aman menggunakan Starliner.
Dalam konferensi pers pada hari Sabtu, Administrator NASA Bill Nelson mengatakan bahwa Boeing telah bekerja sama dengan NASA untuk memahami perbaikan apa yang perlu dilakukan pada pesawat luar angkasa tersebut.
Baca juga : NASA Memilih SpaceX untuk Mengembangkan Pendaratan di Bulan
"Penerbangan luar angkasa adalah risiko, bahkan pada tingkat yang paling aman dan rutin, dan penerbangan uji, secara alami, tidak aman maupun rutin," katanya. "Nilai inti kami adalah keselamatan dan itu adalah bintang utara kami."
Keputusan telah diambil untuk memperpanjang masa tinggal pasangan ini di ISS hingga Februari 2025 agar mereka bisa kembali dengan pesawat luar angkasa SpaceX Crew Dragon. Waktu tambahan ini memungkinkan SpaceX untuk meluncurkan kendaraan berikutnya, dengan peluncuran dijadwalkan pada akhir September.
Pesawat itu awalnya direncanakan membawa empat astronaut, tetapi kini hanya akan membawa dua. Ini menyisakan tempat bagi Mr. Wilmore dan Ms. Williams untuk bergabung dengan mereka dalam kendaraan tersebut untuk kembali ke Bumi pada akhir misi yang direncanakan bulan Februari mendatang.
Baca juga : Tantangan Berat Astronaut NASA yang Terjebak di ISS
NASA mengatakan kedua astronaut tersebut sebelumnya telah menyelesaikan dua masa tinggal panjang di luar angkasa dan memahami risiko penerbangan uji, termasuk tinggal lebih lama di stasiun luar angkasa dari yang direncanakan.
Organisasi tersebut menyatakan Wilmore, 61, dan Williams, 58, sepenuhnya mendukung rencana untuk kembalinya mereka dan akan menghabiskan beberapa bulan ke depan melakukan pekerjaan ilmiah, pemeliharaan luar angkasa, dan mungkin melakukan beberapa "walk" luar angkasa.
Starliner Boeing sudah mengalami penundaan selama beberapa tahun karena kemunduran dalam pengembangan pesawat luar angkasa tersebut. Penerbangan tanpa awak sebelumnya juga mengalami masalah teknis. Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan bahwa mereka terus fokus pada "keselamatan awak dan pesawat luar angkasa."
"Kami melaksanakan misi sesuai dengan ketentuan NASA, dan kami mempersiapkan untuk kembalinya yang aman dan sukses tanpa awak," tambahnya. (BBC/Z-3)
Elon Musk mengumumkan SpaceX beralih fokus ke Bulan sebelum Mars. Targetkan kota mandiri dalam 10 tahun demi selamatkan peradaban manusia.
Ukraina dan SpaceX resmi memblokir terminal Starlink milik Rusia. Akibatnya, sistem komunikasi militer Rusia di garis depan dilaporkan mengalami kegagalan fatal.
Penasaran bagaimana cara menjadi astronot NASA? Simak syarat ketat, proses seleksi dari 18.000 pelamar, hingga tantangan pelatihan menuju Bulan dan Mars.
Elon Musk resmi menggabungkan startup AI miliknya, xAI, ke dalam SpaceX. Langkah besar ini bertujuan menciptakan 'mesin inovasi' untuk ambisi Mars.
NASA memberi lampu hijau misi Axiom Mission 5 ke ISS pada 2027. Misi ini menandai peralihan eksplorasi orbit Bumi ke sektor komersial.
Dengan Starlink generasi kedua, orang yang tinggal jauh dari kota bisa tetap menerima layanan kesehatan digital tanpa harus naik transportasi jauh.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
Astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengabadikan fenomena langka lunar halo di atas Samudra Hindia. Cincin cahaya di sekitar Bulan ini terlihat lebih jelas dari orbit Bumi.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Peneliti NASA dan ESA memetakan bagaimana ruang angkasa memengaruhi sistem imun manusia.
Astronaut NASA Suni Williams dan Nick Hague berhasil menyelesaikan misi luar angkasa yang kompleks dan bersejarah pada 16 Januari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved