Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK bisa dipungkiri, orangtua terkadang mengizinkan anaknya berseluncur di media sosial. Namun sebagai orangtua wajib melindungi anak dari ancaman negatif yang mengintai.
Dengan membatasi akses, mengawasi aktivitas, dan mengajarkan anak tentang penggunaan yang bertanggung jawab, kita dapat membantu mereka menjelajahi dunia media sosial dengan aman.
Media sosial memungkinkan anak untuk terhubung dengan teman sebaya, memperluas wawasan, dan bahkan membantu dalam pengembangan keterampilan sosial. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan tanpa adanya pembatasan dapat memberikan hal negatif yang dapat mengancam anak.
Baca juga : Lindungi Hak Privasi Anak dengan Pahami Aturan Bermain Medsos
Salah satu ancaman utama dalam media sosial adalah paparan anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. Banyak platform media sosial memiliki kebijakan usia minimum, tetapi masih ada kemungkinan anak-anak dapat mengakses konten yang tidak pantas. Orangtua perlu membatasi akses anak-anak mereka dan memastikan mereka hanya mengikuti akun yang aman dan sesuai dengan usia mereka.
Cyberbullying atau perundungan daring adalah masalah serius yang dapat terjadi di media sosial. Anak-anak rentan menjadi korban atau pelaku cyberbullying. Orangtua harus membatasi waktu yang dihabiskan anak di media sosial dan memantau aktivitas mereka secara aktif. Jika ada tanda-tanda anak menjadi korban atau terlibat dalam cyberbullying, segera ambil tindakan untuk melindungi mereka.
Media sosial sering kali melibatkan berbagi informasi pribadi. Anak-anak yang tidak berpengalaman mungkin tidak menyadari risiko yang terkait dengan berbagi informasi pribadi mereka secara terbuka. Orangtua harus mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga privasi dan memberikan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas mereka di media sosial.
Baca juga : Ini Risiko Anak Gunakan Media Sosial Sejak Dini
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan gangguan mental pada anak-anak. Mereka mungkin merasa tergantung pada jumlah like dan komentar yang mereka terima, yang dapat memengaruhi harga diri mereka. Orang tua harus membatasi waktu layar anak dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan di dunia nyata.
Selain konten yang tidak sesuai usia, media sosial juga dapat menghadirkan konten berbahaya seperti kekerasan, pornografi, atau perilaku berbahaya lainnya. Orangtua harus menggunakan fitur pengendalian orangtua yang disediakan platform media sosial dan mengajarkan anak-anak tentang pentingnya melaporkan konten yang tidak pantas.
Membatasi anak dalam penggunaan media sosial bukanlah tindakan yang bermaksud membatasi kebebasan mereka, tetapi merupakan upaya untuk melindungi mereka dari suatu hal yang dapat merugikan kesehatan dan perkembangan mereka.
Baca juga : Ini Dampak Media Sosial bagi Anak dan Remaja
Batasan waktu ini juga dapat mengurangi dampak negatif dalam penggunaan media sosial, seperti gangguan tidur. Terlalu sering menggunakan media sosial dapat mengganggu pola tidur anak, yang dapat mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang.
Secara umum, pembatasan waktu penggunaan media sosial pada anak disarankan agar tidak lebih dari 1 hingga 2 jam per hari. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara interaksi online dan kegiatan di dunia nyata serta untuk mengurangi risiko dampak negatifnya.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk membatasi penggunaan media sosial anak, di antaranya:
(Z-3)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Media sosial memiliki banyak manfaat, juga memiliki ancaman yang mengintai. Yuks bijak menggunakan media sosial.
Setiap tanggal 10 Juni diperingati sebagai Hari Media Sosial di Indonesia, yang pertama kali diinisiasi Handi Irawan tahun 2015.
MEDIA sosial (medsos) sekarang ini bukan lagi barang baru di kalanganmasyarakat Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved