Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMET setan atau devil comet dengan ukuran Gunung Everest yang masuk ke bagian dalam tata surya 70 tahun sekali dapat terlihat dengan mata telanjang selama beberapa minggu ke depan. Objek yang terlihat sekali atau mungkin dua kali seumur hidup dan dikenal sebagai 12P/Pons-Brooks akan berdekatan dengan matahari pada Minggu (21/4), ketika matahari sedang ada di titik paling terang.
Waktu tersebut bertepatan dengan gerhana matahari pada Jumat (8/4). Uniknya, tanggal itu ialah waktu menjelang Lebaran 2024 bagi umat Islam yang jatuh pada Rabu (10/4)-Kamis (11/4).
Kendati demikian, wakil direktur eksekutif di Royal Astronomical Society Dr. Robert Massey menyatakan fenomena ini tidak mudah terlihat dengan mata telanjang. "Jangan berharap cahayanya sangat terang, seperti gambar yang Anda lihat di foto. Tidak akan seperti itu," kata Massey sebagaimana tertulis di phys.org, pada Senin (25/3).
Baca juga : Setelah Mendarat di Bulan, India Menatap Matahari
Untuk melihat komet setan dengan mata telanjang, Massey menambahkan terdapat kriteria lingkungan yang harus terpenuhi. Dia juga mengungkap, fenomena ini akan lebih mudah dinikmati dengan teropong.
"Ini sesuatu yang mungkin hanya terlihat dengan mata telanjang jika Anda tidak memiliki bulan di langit dan tidak ada polusi cahaya. Jika cuacanya sangat cerah, Anda mungkin punya peluang," Massey berujar.
"Namun bagi sebagian besar dari kita, kita perlu membawa teropong," lanjutnya.
Baca juga : Kenali Akibat Terjadinya Revolusi dan Rotasi Bumi, Apa Saja?
Ada alasan tersendiri dengan penamaan setan pada komet jenis ini. Komet setan dinamakan demikian karena memiliki bentuk lancip, menyerupai tanduk. Bentuk tanduk terjadi akibat letusan dari penumpukan gas.
Komet jenis ini juga punya ekor karena terdapat kandungan es mencair yang dilepas sebagai gas saat mendekat ke matahari. Warnanya pun hijau karena mengandung molekul yang disebut karbon diatomik.
Nama 12P/Pons-Brooks diambil dari astronom Prancis Jean-Louis Pons. Ia merupakan penemu komet ini pada awal abad ke-19. Namanya juga diambil dari astronom Inggris-Amerika William Robert Brooks yang mengamatinya pada orbit pada 1883.
Sebagai informasi Gerhana Matahari Total akan terjadi pada 8 April. Namun sangat disayangkan fenomena ini tidak melintasi Indonesia. Wilayah yang dilintasinya yakni Arktik, Eropa Barat, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Samudra Pasifik. (Z-2)
Berdasarkan data yang dirilis melalui NOIRLab, komet C/2025 K1 terpecah menjadi setidaknya empat fragmen besar yang saling menjauh
Sistem peringatan dini benturan benda langit Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) berhasil mendeteksi sebuah objek yang melintas melalui Tata Surya.
Komet antarbintang 3I/ATLAS melintas paling dekat dengan Bumi malam ini, 19 Desember 2025. Simak cara mengamatinya dengan teleskop kecil.
Komet antarbintang 3I/ATLAS akan melintas paling dekat dengan Bumi pada 19 Desember. Meski aman, momen ini penting bagi ilmuwan untuk mempelajari materi pembentuk planet dari luar tata surya.
Ilmuwan menduga 3I/ATLAS membawa material purba. Material itu diperkirakan berasal dari susunan pembentuk pada perbatasan awal Bima Sakti atau galaksi asing lainnya.
Dunia astronomi kembali dikejutkan dengan penemuan gas nikel di sekitar komet antarbintang 3I/Atlas (sebelumnya dikenal sebagai C/2019 Q4 (Atlas)).
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Simak fase, waktu puncak, lokasi pengamatan, dan alasan Indonesia tidak bisa menyaksikannya.
Bagi manusia, gerhana matahari sering menjadi momen yang menakjubkan dan mengundang rasa kagum. Namun, hal yang sama tidak berlaku bagi hewan
Gerhana matahari cincin diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 271 menit dengan waktu maksimum matahari memperlihatkan “cincin api” selama 2 menit 20 detik.
Meskipun menawarkan pemandangan yang memukau, fenomena gerhana matahari cincin 17 Februari medatang secara teknis lebih berbahaya bagi mata.
FENOMENA Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, memiliki kaitan erat dengan penentuan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
FENOMENA langit Gerhana Matahari Cincin (GMC) dijadwalkan akan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa yang sering dijuluki sebagai "Cincin Api" atau Ring of Fire.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved