Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GOOGLE meluncurkan chatbot artificial intelligent (AI), Bard, di Uni Eropa, Brasil, dan selusin negara lain pada Kamis (13/7). Perusahaan pun meluncurkan fitur-fitur baru saat memperluas akses sebagai respons terhadap ChatGPT yang didukung Microsoft.
Raksasa teknologi AS itu meluncurkan Bard pada Februari tetapi menunda peluncurannya di Uni Eropa. Maklum, blok tersebut berencana mengatur kecerdasan buatan di tengah kekhawatiran tentang risiko terkait dengan teknologi itu yang berkembang pesat.
Google telah berlomba untuk mengejar saingannya, Microsoft, yang bergegas mengintegrasikan kekuatan seperti ChatGPT dalam beragam produknya, termasuk mesin pencari Bing. Bard, "Sekarang tersedia di sebagian besar dunia dan dalam bahasa yang paling banyak digunakan," tulis pemimpin produk Bard Jack Krawczyk dan wakil presiden Amarnag Subramanya di suatu blog.
Baca juga: Prancis Denda Google terkait Hasil Pencarian dan Play Store
"Sebagai bagian dari pendekatan kami yang berani dan bertanggung jawab terhadap AI, kami secara proaktif terlibat dengan para ahli, pembuat kebijakan, dan regulator privasi dalam perluasan ini," kata mereka. Perusahaan mengatakan akan memasukkan umpan balik pengguna dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi privasi dan data orang karena memperluas akses ke Bard.
Alat AI itu sekarang dapat digunakan dalam lebih dari 40 bahasa termasuk bahasa Arab, Tiongkok, Jerman, Hindi, dan Spanyol. Sebelumnya ia tersedia dalam tiga bahasa yakni Inggris, Jepang, dan Korea.
Baca juga: Komisi Eropa Setujui Akuisisi VMware oleh Broadcom
Google juga mengumumkan sejumlah fitur baru. Ini termasuk menerima respons audio dari Bard atau jawaban dalam lima gaya berbeda yakni sederhana, panjang, pendek, profesional, atau kasual. Fitur baru lain memungkinkan pengguna mengunggah foto yang dapat dianalisis oleh Bard untuk informasi.
Munculnya AI telah menimbulkan kegembiraan dan kekhawatiran tentang potensinya untuk memperbaiki atau menggantikan tugas yang dilakukan oleh manusia. Beberapa alat AI menunjukkan dalam beberapa bulan terakhir kemampuan untuk menghasilkan esai, membuat gambar realistis, meniru suara penyanyi terkenal, dan bahkan lulus ujian medis sebagai di antara banyak kegunaan. Muncul kekhawatiran umum termasuk kemungkinan bahwa chatbots dapat membanjiri web dengan disinformasi, algoritme yang bias akan menghasilkan materi rasis, atau otomatisasi bertenaga AI dapat merusak seluruh industri.
Para ahli--bahkan pendiri OpenAI pembuat ChatGPT, Sam Altman--telah memperingatkan tentang potensi risiko eksistensial yang ditimbulkan oleh teknologi terhadap umat manusia. Altman dan lusinan spesialis lain menandatangani pernyataan pada Mei mendesak para pemimpin global untuk mengurangi risiko kepunahan dari AI.
Baca juga: Kurang dari Lima Hari, Threads Lampaui 100 Juta Pengguna
Namun peringatan tersebut tidak menghentikan perkembangan pesat AI. Tesla dan pemilik Twitter Elon Musk, yang mengeluarkan peringatannya sendiri tentang risikonya, meluncurkan perusahaan AI bernama xAI pada Rabu (12/7). Situs web xAI mengatakan Musk akan menjalankan perusahaan secara terpisah dari perusahaannya yang lain tetapi teknologi yang dikembangkan akan menguntungkan bisnis tersebut, termasuk Twitter.
Bulan lalu, Parlemen Eropa mendukung rancangan undang-undang yang akan menjadi dasar aturan komprehensif pertama di dunia untuk AI. Ini mencakup ketentuan khusus untuk sistem AI generatif, seperti ChatGPT dan Dall-E, yang mampu menghasilkan teks, gambar, dan media lain.
Parlemen dan negara-negara anggota UE akan menegosiasikan peraturan tersebut sebelum disetujui. Blok tersebut ingin mencapai kesepakatan pada akhir tahun. Aturan menetapkan bahwa konten yang dihasilkan AI harus dinyatakan dan melarang beberapa AI termasuk sistem pengenalan wajah seketika. (AFP/Z-2)
SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan dua penunjukan kepemimpinan strategis yang bertujuan mempercepat pertumbuhan bisnis ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
DI tengah gempuran outcome artificial intelligence, otomatisasi, dan disrupsi digital, banyak yang meragukan masa depan profesi akuntan publik.
Kehadiran infrastruktur AI lokal memungkinkan institusi kesehatan untuk mengembangkan inovasi digital secara berkelanjutan tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepercayaan publik.
PERUBAHAN sering bergerak seperti arus di laut dalam; tak tampak di permukaan, tapi cepat dan kuat menentukan arah.
Tanpa pengawasan yang tepat, agen AI yang mampu mengambil keputusan dan memproses data sensitif secara mandiri dapat memicu kerusakan fatal.
PENDIDIKAN abad ke-21 menghadapi tantangan bagaimana mengintegrasikan teknologi tanpa mengabaikan nilai kemanusiaan
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved