Rabu 26 Oktober 2022, 11:18 WIB

APJII Minta Pengguna Internet Jangan Andalkan Satu Aplikasi Pesan Elektronik

mediaindonesia.com | Teknologi
APJII Minta Pengguna Internet Jangan Andalkan Satu Aplikasi Pesan Elektronik

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pengguna ponsel menunjukan aplikasi WhatsApp saat terjadi gangguan (down) di Jakarta, Selasa (25/10).

 

PADA Selasa (25/10) pengguna internet Indonesia dibuat kelimpungan dengan lumpuhnya aplikasi pesan elektronik WhatsApp.

Kelumpuhan aplikasi ini terjadi selama hampir 2 jam sehingga pengguna tidak dapat menggunakan aplikasi yang biasa digunakan untuk mengirim pesan, baik individual maupun melalui grup.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif, menyatakan prihatin dengan besarnya ketergantungan pengguna internet Indonesia pada layanan pesan elektronik WhatsApp. 

Arif menilai ketergantungan masyarakat pada aplikasi pesan elektronik WhatsApp menjadi indikator bahwa pengguna internet Indonesia telah menjadi bagian dari kolonialisme digital milik platform teknologi besar.

Pasalnya mayoritas pengguna internet Indonesia sangat tergantung dengan layanan aplikasi Over the Top (OTT) asing tersebut dan mengakibatkan kedaulatan dan ketahanan di ruang digital masyarakat Indonesia menjadi sangat rentan terganggu sewaktu-waktu.

"Walau belum ada penjelasan resmi, lumpuhnya WhatsApp telah merugikan sebagian besar masyarakat Indonesia. Terputusnya WhatsApp seharusnya menjadi momentum untuk mengurangi ketergantungan pada OTT asing,” ungkap Arif dalam keterangan tertulis, Rabu (26/10).

Baca juga: WhatsApp "down" tak bisa diakses hingga tak bisa Kirim Pesan

Arif menyarankan agar masyarakat tidak tergantung pada satu aplikasi dan memiliki alternatif layanan pesan elektronik selain WhatsApp.

Lebih lanjut, APJII mengusulkan kepada pemerintah agar kembali meningkatkan geliat pengembangan aplikasi pesan elektronik buatan Indonesia.

Untuk memastikan layanan pesan elektronik WhatsApp terus andal, APJII menyarankan kepada pemerintah agar aplikasi itu dikenai kewajiban QoS sebagaimana operator telekomunikasi maupun penyelenggara jasa internet yang tergabung di dalam APJII. 

Lanjut Arif, jika WhatsApp dikenai kewajiban QoS, maka masyarakat akan semakin tenang dalam menggunakan aplikasi tersebut dan meningkatkan harmonisasi teknis antara WhatsApp dan operator telekomunikasi di Indonesia, yang kemudian dapat diikuti oleh para penyelenggara layanan OTT lainnya.

Manfaat lainnya yang bisa didapat adalah semakin terciptanya ketahanan ruang digital di Indonesia khususnya apabila terjadi kelumpuhan layanan. 

Arif juga mengingatkan bahwa kerja sama antara penyelenggara OTT dan operator di Indonesia merupakan amanah dari UU Cipta Kerja dan PP Postelsiar. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Tim 'Hear Me' Raih Juara Pertama 'Hyundai Startup Challenge 2022'

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 20:00 WIB
Pemenang pertama tim Hear Me, dengan karya yang dapat meningkatkan aksesibilitas bagi penderita tunarungu dalam kehidupan...
DOK. Pribadi

Inspiratif Anak Muda ini Dulu Kuli, Sekarang Pengusaha Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 19:10 WIB
Tri Hariyanto atau akrab disapa Mbah Tri, mantan kuli bangunan kemudian sukses membangun karier sebagai online-preneur atau pengusaha...
Dok. Hegel Ectech Indonesia

Hegel Solar Hadirkan Mesin Pemanas Air Ramah Lingkungan dan Ramah Kantong

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 16:59 WIB
Meski menggunakan panel surya sebagai sumber tenaganya, instalasi Hegel Solar dipastikan mudah dan aman, layaknya memasang water heater...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya