Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NEMO Partners Asia bersama dengan The Invention Lab and Vivace baru saja mendirikan sebuah perusahaan di Singapura dengan nama ‘The Ivention Lab Asia’.
Keberadaan perusahaan The Ivention Lab Asia’ bertujuan untuk berinvestasi atau membiayai perusahaan rintisan atau startups.
Nemo Parters Asia yang berpusat di Singapura merupakan kantor pusat dari kawasan Asia.
Baca juga : Startup Aizen asal Korsel Luncurkan Layanan Pembiayaan untuk Kendaraan Listrik
Nemo Parters Asia dikenal sebagai grup konsultan terkemuka dari Korea Selatan yang bergerak di bidang konsultasi manajemen yang terkait bidang strategi perusahaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), teknologi informasi (IT), OE (operation excellence), dan lainnya.
Nemo Partners Asia tidak hanya memberi konsultasi bidang Mergers and acquisitions (M&A) dan investasi antara Korea Selatan dan negara di kawasan Asia Tenggara.
Nemo Partners Asia juga siap membantu startup dari Korea Sekatan yang yang ingin mengembangkan bisnis di negara yang berada di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga : Rangkul Lazada, Aizen Tawarkan Pembiayaan untuk Miliki Kendaraan Listrik
Sementara itu, The Invention Lab merupakan venture vapital (VC) dan akselerator yang mengoperasikan TIPS yang berspesialisasi dalam startup tahap awal.
Vivace adalah perusahaan akselerator bisnis dengan anggota yang terdiri dari para ahli yang semuanya pernah bekerja di Kantor Strategi Masa Depan Samsung (Samsung’s Future Strategy Office.)
The Invention Lab Asia akan memaksimalkan kekuatan pemegang saham dalam mengidentifikasi, memelihara, dan berinvestasi di perusahaan startup domestik maupun mancanegara, mencocokkan mitra bisnis potensial dan kelompok investor antara Korea dan Asia Tenggara.
Baca juga : Kompetisi HSC 2022 Ajak Wirausaha Muda Berinovasi dan Tawarkan Solusi
Kolaborasi baru ini juga bertujuan untuk mengimplementasikan program inovasi terbuka global dan menyediakan konsultasi manajemen dan layanan penasihat investasi, mendukung solusi untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, dan banyak lagi.
Dengan demikian, perusahaan ini berencana untuk secara jelas memperkuat platform startup baik di Korea Selatan dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara
CEO Nemo Partners Asia, Young-min Lee, siap ditunjuk menjadi CEO The Invention Lab Asia bersama dengan Jin-young Kim dari CEO The Invention Lab, dan Jeong Sang-cheol dari CEO Vivace Group, mengambil peranan sebagai direktur pelaksana.
Baca juga : Tesla Pilih India Ketimbang RI, Ini Pandangan Arcandra Tahar
Dalam keterangan pers, Selasa (23/8), Lee mengungkapkan, “Kami yakin dapat menghubungkan perusahaan dalam jaringan bisnis Nemo Partners Consulting Group Asia Tenggara dan Nemo Partners Asia dengan The Invention Lab Asia."
"Selanjutnya, mencari dan berinvestasi untuk mendukung startup lokal yang berada di negara dengan pertumbuhan baru untuk dipercepat dengan mengajak perusahaan investor yang berminat di pasar Asia Tenggara," jelas Lee.
"Melalui kegiatan ini, sangat mungkinkan untuk membangun 'platform startup Korea-Asia Tenggara' yang akan memberikan dukungan sistematis melalui konsultasi untuk pertumbuhan berkelanjutan dan pencocokan bisnis Asia Tenggara, pendanaan Seri B atau yang lebih baru, penawarana saham perdana," paparnya.
Baca juga : Bali dan Kumamoto Jadi Sister Provinsi Pariwisata dan Perdagangan
Indonesia, menurut Choi Young, adalah partner dari Nemo Partners Asia.
Choi Young juga menekankan,“Lebih dari 10 tahun pengalaman di Indonesia, saya yakin bahwa pendirian The Invention Lab Asia dapat meletakkan dasar untuk investasi yang mendukung startup lokal Korea."
Choi Young mendukung startup Korea Selatan untuk mengembangkan bisnis ke negara di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan kerja sama program property technology (protech), argiculture technology (agri-tech) antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dengan didirikannya The Invention Lab Asia, Nemo Partners Consulting Group semakin memperluas kehadirannya saat ini di kawasan Asia Tenggara(Singapura, Vietnam, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Myanmar), dan Hong Kong. (RO/OL-09)
Meningkatnya kasus kekerasan dalam penagihan utang oleh debt collector menjadi peringatan keras bagi industri pembiayaan nasional.
Setiap pukul tiga dini hari, saat banyak remaja masih tertidur, Jeni Adilasari sudah memulai harinya di rumah sederhana di Bojonegoro.
PT Bank Danamon Indonesia dan PT Adira Dinamika Multi Finance kembali hadir dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) 2026
ACC Mobile Branch tidak hanya memberikan kemudahan dan efisiensi, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi pembiayaan.
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Masih banyak trader masuk ke pasar saham tanpa pemahaman matang sehingga cenderung mengambil keputusan emosional.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Momentum ini menjadi titik awal pembenahan internal yang lebih komprehensif, dengan fokus pada penguatan GCG agar operasional perusahaan semakin terstruktur dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved