Rabu 24 Februari 2021, 19:40 WIB

Tesla Pilih India Ketimbang RI, Ini Pandangan Arcandra Tahar

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Tesla Pilih India Ketimbang RI, Ini Pandangan Arcandra Tahar

AFP
Logo Tesla yang terpasang di sebuah showroom wilayah Washington DC.

 

MANTAN Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan pandangannya soal keputusan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc.

Diketahui, Tesla memilih Bangalore, India, sebagai tempat pengembangan mobil listrik di luar wilayah AS. Sebelumnya, perusahaan milik Elon Musk itu berencana menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Namun, sampai saat ini belum ada kepastian soal kelanjutan investasi tersebut.

"Kenapa Tesla mendahulukan Bangalore? Tidak ada yang tahu alasan pastinya. Namun, kami menduga ada beberapa alasan. Pertama, dengan mendahulukan Bangalore, Tesla tidak saja mendapatkan ekosistem IT terbaik, namun juga bisa mendapatkan akses pasar yang sangat besar," tutur Arcandra lewat akun media sosialnya, Rabu (24/2).

Baca juga: Tesla Tidak Hengkang, Negoisasi Masih Pasang Surut

Arcandra menilai India sebagai negara dengan penjualan mobil keempat terbesar di dunia, setelah Tiongkok, AS dan Jepang. Untuk alasan berikutnya, lanjut dia, tenaga kerja di India yang lebih murah dibandingkan Israel, sebagai negara saingan dalam investasi kendaraan listrik.

"Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta. Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor," imbuh Komisaris Utama PGN.

Lebih lanjut, Arcandra berpendapat alasan Elon Musk memilih India sebagai tempat produksi kendaraan listrik, karena negara itu siap membangun ekosistem IT seperti di Silicon Valley, AS.

Baca juga: Elon Musk Tebar Sayembara Rp1,4 T, Apa Tantangannya?

Setidaknya Tesla membutuhkan tiga hal untuk membangun ekosistem tersebut. Rinciannya, sumber daya manusia yang sangat terampil di bidang IT dan engineering, kemudian teknologi chips yang mutakhir. Berikut, venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek start-up dengan risiko tinggi.

Menurut Arcandra, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Namun, untuk memastikan aset strategis dalam membangun pabrik kendaraan listrik, perlu membentuk ekosistem dengan daya tarik tinggi bagi investor. Itu jelas bukan tantangan yang mudah.(OL-11)

Baca Juga

AFP

Paviliun Indonesia Sudah Dikunjungi Lebih dari 50 Ribu Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 17:41 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai mempromosikan berbagai produk UMKM siap ekspor, mengadakan forum bisnis, hingga menunjukkan budaya...
Antara

Indef Menilai PON XX Berdampak Positif Bagi Beberapa Sektor di Papua

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 17:30 WIB
Jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana sarana dan prasarana olahraga yang telah dibangun dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin...
Antara

Lama tidak Beroperasi, 7 Perusahaan BUMN Mau Ditutup

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 16:40 WIB
Terdapat beberapa mekanisme untuk membubarkan tujuh perusahaan BUMN yang sudah lama tidak beroperasi, seperti RUPS dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya