Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN Elektornik, Samsung Electronics Co. mengatakan pada Senin (7/3), pihaknya untuk sementara menangguhkan pengiriman produk ke Rusia karena gangguan besar dalam logistik global atas kerusuhan atas invasi Rusia ke Ukraina.
"Samsung terpaksa menghentikan pengiriman ke Rusia karena berbagai faktor, termasuk masalah logistik dan nilai tukar yang tidak stabil, seperti banyak perusahaan global lainnya," kata juru bicara perusahaan kepada Kantor Berita Yonhap.
Perusahaan pelayaran global, termasuk Maersk, telah menghentikan sebagian besar pengiriman ke Rusia menyusul serangkaian sanksi Barat terhadap Rusia, dan rubel Rusia baru-baru ini anjlok ke rekor terendah di tengah meningkatnya risiko geopolitik.
Raksasa teknologi Korea Selatan itu mengatakan sedang mencari langkah-langkah untuk menghadapi lingkungan bisnis yang bergejolak.
Sementara pabrik TV Samsung di Kaluga, barat daya Moskow, beroperasi normal, pabrik itu juga dapat menghadapi gangguan jika kerusuhan saat ini berlarut-larut.
Samsung berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk bergabung dengan perusahaan global lainnya guna menghentikan hubungan bisnis dengan Rusia, yang telah mengintensifkan agresi militer yang tidak beralasan di Ukraina.
Apple dan Microsoft, antara lain, mengatakan mereka menangguhkan penjualan produk dan layanan baru di Rusia sebagai protes terhadap invasi Ukraina.
Pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov, yang juga menteri transformasi digital, mendesak Samsung untuk mengambil tindakan tegas untuk memutuskan hubungan dengan Rusia dalam sebuah surat terbuka kepada Wakil Ketua Samsung Han Jong-hee.
Baca juga : Tiktok Hentikan Unggahan Video Baru dari Rusia
Dalam surat yang diunggah di akun Twitter-nya, Fedorov meminta Samsung untuk "sementara berhenti memasok layanan dan produk Samsung ke Federasi Rusia, termasuk memblokir akses ke Samsung Pay, Samsung-Galaxy Store, dan Samsung Shop."
Raksasa teknologi telah beroperasi di Rusia selama hampir 30 tahun. Perusahaan ini mendapat kehormatan untuk dinobatkan sebagai "merek favorit Rusia" oleh Intelijen Pasar Online yang berbasis di Moskow dari 2011-2016.
Samsung juga merupakan vendor perangkat seluler terkemuka di Rusia tahun lalu, menempati sekitar 26,6 persen pasar, diikuti oleh Apple, menurut peneliti pasar Jerman Statista.
"Kami percaya bahwa tindakan tersebut (menghentikan layanan Samsung di Rusia) akan memotivasi pemuda dan penduduk aktif Rusia untuk secara proaktif menghentikan agresi militer yang memalukan," kata Fedorov.
“Pada tahun 2022, teknologi modern mungkin merupakan jawaban terbaik untuk tank, peluncur roket ganda dan rudal, yang menargetkan lingkungan perumahan, taman kanak-kanak dan rumah sakit,” katanya.
Samsung belum secara resmi menjawab permintaan tersebut.
Selama akhir pekan, Samsung mengatakan akan menyumbangkan 6 juta dollar AS untuk mendukung upaya kemanusiaan bagi pengungsi Ukraina, termasuk 1 juta dollar AS dalam produk elektronik konsumen, demikian Yonhap dikutip Senin. (Ant/OL-7)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai Rusia tidak menunjukkan itikad untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kecemasan akan aksi militer sudah berbulan-bulan menghantui warga Venezuela sejak Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mengerahkan armada laut besar ke Karibia.
Peta diplomasi penyelesaian konflik Ukraina-Rusia semakin rumit, dengan Eropa ingin terlibat, Amerika Serikat ingin memimpin, dan Rusia mencari legitimasi.
Protes yang diselenggarakan oleh partai Sahra Wagenknecht Alliance Reason and Justice (BSW) tersebut berlangsung di Gerbang Brandenburg.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Kepala Negara mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak menyukai perang, realitas menunjukkan konflik bersenjata terjadi di berbagai belahan dunia.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved