Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
ACARA Search Engine Optimization (SEO) Conference (SEOCON) 2019 telah sukses digelar di Balai Kartini, Jakarta, pada 13-14 Maret 2019. SEOCON 2019 dihadiri 450 peserta yang mengikuti workshop dari sejumlah praktisi berpengalaman di bidang masing-masing.
Dengan besarnya animo peserta terhadap SEOCON 2019, maka SEOCON 2020 akan kembali diselenggarakan di The Kasablanka, Jakarta, pada 26-27 Februari 2020. Bahkan pada SEOCON 2020, para pesertanya diperluas hingga dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Dengan target 3.500 peserta, SEACON 2020 alan menjadi SEO Conference yang paling prestisius. Kesempatan emas tersebut tentunya tidak boleh dilewatkan untuk kalangan praktisi dan pengamat tren digital dari Indonesia dan negara lainnya.
Pada hari pertamanya, SEOCON 2020 akan mengadakan konferensi yang diisi pakar-pakar digital dari dalam maupun luar negeri seperti Neil Patel, salah satu pakar SEO terbaik, kemudian Jono Alderson dari Yoast, Jon Earnshaw dari Pi Datametrics, hingga Fabian Lim yang merupakan pakar SEO terkenal.
Tidak hanya itu, masih ada JC Carlos (Head SEO, Traveloka) dan Reza Putra (SEO Lead, Tokopedia, serta Ryan Kristo Muljono, pencetus SEOCON dan pendiri ToffeeDev siap membuat SEACON 2020 terasa berbeda.
Pada hari keduanya, dilaksankan lebih dari 12 workshop gratis untuk diikuti, menjadikan SEOCON 2020 ini berbeda jika dibandingkan dengan acara SEOCON sebelumnya,
Chris Adam selaku perwakilan AdamEve Brand Innovator yang turut mendukung SEOCON sebagai Official Digital Partner, mengatakan,“Insight dari speakers luar negeri yang berpengalaman tentu sudah menjadi alasan yang kuat untuk tidak melewatkan acara ini, sebagai acara dengan kemasan lengkap dan holistik untuk praktisi digital”
Pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/11), Chris menjelaskan SEACON 2020 akan menjadi salah satu acara penting tahun depan. Ia menjelaskan beberapa alasan kenapa SEACON 2020 memiliki nilai berbeda jika dibandingkan sebelumnya.
Chris memberi alasan, pertama, speakers berpengalaman dari dalam dan luar negeri.
“Pengalaman para speakers yang sudah malang melintang di dunia digital tentu akan membuat perusahaan mampu mengoptimalkan keuntungan dengan mengikuti tren yang ada dan trend masa depan, sehingga keputusan perusahaan akan tepat dalam ekosistem digital, secara investasi maupun perencanaan keputusan di masa depan,” jelasnya.
Kedua, yang penting menyangkut networking. Menurut Chris, selain dihadiri para narasumber yang berpengalaman, acara ini akan dihadiri oleh banyak pelaku bisnis dari berbagai latar belakang usaha. “Sudah tentu ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuk menambah koneksi bisnis.”
Alasan ketiga, Indonesia market insight karena SEACON 2020 menentukan kebijakan perusahaan terutama di dalam ekosistem digital, tentunya memerlukan perencanaan sesuai dengan trend dan forecasting pasar yang up to date, dan SEOCON adalah acara yang tepat. (RO/OL-09)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved