Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/2) sore ditutup menguat seiring People Bank of China (PBOC) menurunkan tingkat suku bunga acuannya.
The Federal Reserve Amerika Serikat (AS) harus menahan godaan untuk bertindak cepat karena mempertimbangkan waktu yang tepat untuk memulai penurunan suku bunga.
Di 2024, perekonomian global diprediksi akan mengalami era penurunan suku bunga. Hal itu terjadi setelah di 2022 dan 2023 bank sentral di berbagai negara menerapkan tingkat suku bunga tinggi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2023 tercatat 5,04 persen, atau lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 4,94 persen.
Pasar saham global mengalami penurunan setelah komentar dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengurangi harapan pemotongan suku bunga AS dimulai Maret.
Harga emas mulai tampak bergerak naik seiring menjelang Imlek dan konflik Laut Merah yang semakin memanas.
IHSG dibuka menguat 10,36 poin atau 0,14 persen ke posisi 7.212,06.
Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga ditutup melemah di akhir perdagangan saham.
Gubernur Bank Sentral AS The Fed Jerome Powell mengatakan The Fed tidak akan terburu buru untuk menurunkan tingkat suku bunga sampai inflasi 2%.
Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat IndonesiaTbk (BRI) Sunarso memprediksi era suku bunga rendah akan dimulai setelah semester I 2024.
IHSG dibuka menguat 21,09 poin atau 0,29 persen ke posisi 7.213,31.
LEMBAGA Penjamin Simpanan (LPS)mempertahankan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum sebesar 4,25% dan 2,25% untuk simpanan valas. Bagaimana dengan BPR?
Bank Sentral Eropa belum mengubah kebijakan tinggi suku bunga mereka agar inflasi dapat mencapai targetnya.
BANK Indonesia akan tetap pada kebijakan moneter untuk stabilitas, dan makroprudensial serta sistem pembayaran yang mengarah pada pertumbuhan. tingkat BI Rate tetap di 6,00%
GUBERNUR BI Perry Warjiyo mengatakan dengan melihat arah suku bunga kebijakan negara maju, Bank Indonesia melihat kemungkinan FFR akan mulai turun pada semester II 2024.
SEBAGIAN besar pasar saham dunia melemah karena ekspektasi investor terhadap suku bunga The Fed yang lebih rendah dan ketegangan di Laut Merah.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Januari 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%.
Pengamat perbankan Paul Sutaryono juga memprakirakan BI akan tetap mempertahankan suku bunga acuan pada Januari 2024.
HARGA emas meningkat ke zona US$2.035 per troy ons menjelang data inflasi AS yang dapat membentuk prospek Federal Reserve mengenai penurunan suku bunga tahun ini.
"Kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga sudah relatif kecil, tetapi kemungkikan masih akan berada di level ketinggian. Dengan kata lain kebijakan global masih ketat,"
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved