Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA masih bisa menahan tingkat suku bunga acuan bank sentralnya sehingga tidak setinggi negara-negara lain. Mereka, seperti negara Amerika, memiliki kebijakan moneter yang menjadi panglima.
Amerika juga dari sisi sektor riilnya memang tidak bisa tumbuh tinggi. Kalaupun nanti ekonomi AS sudah membaik, mereka hanya bisa tumbuh 2%-3%.
Ekonom senior Indef Aviliani mengatakan faktor demografi menjadi kunci penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Indonesia beruntung sebagai negara berkembang. Demografinya masih sangat bagus, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa mencapai 6%-7%.
Baca juga: Butuh 0,25% untuk Capai Target Pertumbuhan 5,3% di 2023
"Untuk mencapai Indonesia menjadi negara maju, harus tumbuh minimal 6%-7%. Kalau Indonesia hanya tumbuh 5%, tidak akan bisa naik kelas," kata Aviliani dalam diskusi publik Indef membahas Evaluasi Ekonomi Nasional dari Perspektif Ekonom Perempuan, Kamis (28/12).
Di sisi global, tingkat inflasi masih cukup tinggi walaupun di Amerika sudah mulai sedikit menurun. Diperkirakan baru semester II 2024, inflasi relatif baru menurun secara bertahap.
"Artinya pada 2024 tidak lebih baik daripada 2023, masih akan mirip kondisi ekonominya. Kemungkinan pada 2025 seharusnya sudah jauh lebih baik," kata Aviliani.
Baca juga: Potensi Penyaluran FLPP 2024 oleh BP Tapera Hingga 220 Ribu Unit
Inflasi berbagai negara juga masih sangat tinggi. Beruntung Indonesia bisa menjaga inflasi, karena pada saat itu ada subsidi BBM. Sekarang menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk tetap bisa menjaga inflasi di 2024.
Dari sisi pangan, beberapa negara sudah melarang ekspor. Sedangkan Indonesia juga belum siap dengan kemandirian pangan.
"Kalau 2024, Indonesia tidak bisa menjaga inflasi, akan susah mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi. Kalau kita mampu menjaga inflasi, ini bisa menggerakkan lagi pertumbuhan ekonomi dari sisi pertumbuhan kredit," kata Aviliani.
Di Tiongkok, ekonomi bertumbuh tetapi belum signifikan. Padahal mereka pasar utama dari berbagai negara dalam melakukan kegiatan ekspor impor.
Pada kondisi global pertumbuhan ekonomi Amerika menunjukkan perbaikan di triwulan III 2023 menjadi 3%. Ini langkah bagus karena Amerika merupakan episentrum dunia bahwa semua negara masih tergantung dolar AS. Apabila indeks dolar AS goyang, semua negara mengalami hal yang sama.
Apabila ekonomi Amerika sudah semakin baik, akan memengaruhi dunia. Kalau suku bunga di Amerika meningkat, arus modal di negara berkembang menjadi keluar.
Capital outflow membuat kesulitan negara-negara karena seperti Bank Indonesia terpaksa harus mengeluarkan instrumen, seperti Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Kedua instrumen tersebut untuk meredam arus keluar modal asing dan menjaga nilai tukar rupiah.
Dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Bank Indonesia tidak hanya bertugas menjaga nilai tukar tetapi juga menjaga pertumbuhan ekonomi. "Jadi instrumen dibuat dalam rangka menjaga nilai tukar, bukan dalam rangka menyerap likuiditas," kata Aviliani. (Z-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved