Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREKONOMIAN Indonesia dinilai masih akan terkena dampak ketidakpastian dunia di tahun depan. Hal itu berpotensi menahan laju pertumbuhan sulit untuk melewati angka 5% di 2024.
"Kami melihatnya memang peluang untuk pertumbuhan ekonomi tahun depan 2024 di batas bawah, berada di bawah 5% itu bisa terjadi. Namun di batas atas kami kira pertumbuhan ekonomi masih akan berada di angka 5,0%," ujar periset dari Center of Reform on Economic (CoRE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet saat dihubungi, Kamis (21/12).
"Jadi secara umum kami menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 berada di kisaran 4,9% sampai dengan 5%, atau sedikit berbeda dari batas bawah dan batas atas pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia," lanjutnya.
Baca juga: Suku Bunga AS Diyakini Turun pada Semester II 2024
Yusuf mengatakan, ketidakpastian global masih relatif cukup tinggi pada 2024. Hal itu salah satunya terlihat dari konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan Hamas-Israel yang urung mereda di penghujung 2023. Kondisi itu akan memberi dampak terhadap keputusan maupun kebijakan perekonomian global.
Kebijakan itu bakal memengaruhi banyak negara emerging market, termasuk Indonesia. Belum lagi, Indonesia juga bakal menggelar pesta demokrasi lima tahunan di 2024. Secara histori, pemilu kerap menghambat arus investasi lantaran penanam modal memilih untuk wait and see sembari mencermati perkembangan terkini.
Baca juga: BI Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat di 2024
Sebab investor menilai tahun politik berkaitan erat dengan ketidakpastian kebijakan. "Ketika unsur ketidakpastian itu meningkat, maka dari sisi investasi umumnya investor akan mencari atau menempatkan asetnya pada instrumen yang sifatnya safe haven," terang Yusuf.
Dengan kata lain, ada potensi pelarian modal dari negara-negara emerging market. Karenanya, risiko ketidakpastian ekonomi global dinilai masih akan merembes ke dalam negeri, baik secara langsung maupun tak langsung.
Namun Indonesia dinilai beruntung lantaran porsi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB) cukup besar. Itu menurut Yusuf dapat mempertahankan angka pertumbuhan dari kemungnan terjun bebas.
"Konsumsi rumah tangga diperkirakan masih akan tetap stabil, namun punya kecenderungan melemah marginal, disebabkan oleh faktor harga komoditas yang relatif akan mulai melandai atau tidak setinggi di tahun ini ataupun dua tahun lalu," jelas Yusuf.
"Konsumsi barang-barang tahan lama seperti kendaraan ataupun properti juga berpotensi tertekan akibat tren ataupun kondisi suku bunga yang tinggi saat ini," tutur Yusuf.
Sedangkan pengeluaran konsumsi di tahun politik dipandang akan memberikan dampak terbatas terhadap konsumsi rumah tangga secara keseluruhan. Sementara kondisi pertumbuhan yang stabil juga akan dialami oleh komponen investasi atau PMTB.
"Dari sisi tren kelanjutan investasi sebenarnya beberapa investasi seperti di industri logam dasar itu masih akan melanjutkan tren positif yang terjadi di dua tahun terakhir, namun secara umum kondisi perekonomian global yang tidak begitu menentu juga pasti akan ikut memengaruhi dinamika dari pertumbuhan investasi secara umum," pungkas Yusuf. (Mir/Z-7)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved