Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CHIEF Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut capaian pertumbuhan ekonomi nasional meningkat menjadi 5,12 Persen year-on-year (yoy). Hal tersebut didorong oleh penguatan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) dan konsumsi rumah tangga, meskipun belanja pemerintah masih mengalami kontraksi.
Capaian itu menurutnya lebih tinggi dibandingkan 4,87% pada triwulan sebelumnya. Angka itu juga melampaui konsensus pasar sebesar 4,80%.
"Pertumbuhan di atas ekspektasi ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Investasi swasta, khususnya pada mesin dan peralatan, melonjak signifikan, sejalan dengan meningkatnya impor barang modal dan percepatan sejumlah proyek infrastruktur," ujarnya dalam media briefing secara daring, Senin (11/8).
"Konsumsi rumah tangga juga tetap solid, didukung oleh momentum hari raya Idul fitri dan Idul adha. Ke depan, tantangan eksternal seperti tensi dagang global masih perlu diwaspadai," imbuh Josua.
Sepanjang triwulan Il 2025, kata dia, investasi tumbuh 6,99% yoy, tertinggi sejak awal 2021. Pertumbuhan signifikan terjadi pada kategori mesin dan peralatan sebesar 25,30% dan bangunan serta struktur sebesar 4,89%.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97% yoy. Capaian itu sedikit meningkat dari triwulan sebelumnya, terutama pada sektor transportasi & komunikasi, makanan & minuman, serta restoran & hotel.
Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor tumbuh 10,67% yoy dan impor 11,65% yoy. Hal tersebut, kata Josua, mencerminkan aktivitas front-Ioading oleh mitra dagang yang mana mereka membeli produk impor lebih awal dan menumpuknya menjelang implementasi tarif timbal balik AS.
Sektor manufaktur, perdagangan, informasi & komunikasi, serta konstruksi menurutnya menjadi kontributor utama pertumbuhan. Sementara sektor jasa Iainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,31%.
"Dengan mempertahankan kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 4,8%-5,1%," ungkap Josua.
"Pertumbuhan ekonomi pada semester dua diperkirakan akan ditopang oleh belanja pemerintah serta dukungan paket stimulus untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Investasi akan ditopang oleh belanja modal pemerintah dan kebijakan moneter yang akomodatif termasuk lanjutan pemotongan suku bunga kebijakan," pungkasnya. (H-4)
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Perekonomian nasional pada kuartal III 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, meski fondasi ekspansinya belum merata antarkomponen.
Konsumsi masyarakat tetap menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dengan kontribusi sekitar 53%.
Kinerja perekonomian pada triwulan III 2025 ditopang oleh konsumsi masyarakat yang masih terjaga.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa penurunan konsumsi rumah tangga pada triwulan III 2025 disebabkan oleh faktor musiman.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved