Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL pertemuan dewan gubernur Bank Sentral Eropa belum mengubah kebijakan tingkat suku bunga mereka saat ini. Dengan keputusan ini, suku bunga operasi refinancing utama dan suku bunga fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas simpanan masing-masing akan tetap pada angka 4,50%, 4,75% dan 4,00%.
"Tampaknya mereka justru menegaskan akan berada di level yang tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama, agar inflasi dapat mencapai targetnya," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Jumat (26/1).
Ini ketiga kalinya, Bank Sentral Eropa menahan tingkat suku bunga karena Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan penurunan inflasi masih sedang proses.
Baca juga: Bank Indonesia Yakin Ada Ruang Penurunan BI Rate
Saat ini, terlalu dini untuk membahas penurunan tingkat suku bunga. Sebab, penurunan tersebut akan tergantung pada data yang masuk nantinya. Bahkan Governing Council’s mengatakan kebijakan tingkat suku bunga akan tetap pada level yang ketat selama diperlukan.
Saat ini Bank Sentral Eropa Tengah fokus pada pertumbuhan upah yang berjalan dengan baik. Meski mereka menahan tingkat suku bunga, pelaku pasar dan investor masih yakin pemangkasan tingkat suku bunga akan segera terjadi.
Baca juga: BI Perkirakan Fed Rate Baru akan Turun di Semester II 2024
"Mereka memiliki ekspektasi kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi pada Juni 2024. Kami melihat ini sesuatu yang terlalu dini, khususnya bagi Eropa yang dalam beberapa bulan terakhir mendapatkan tekanan cukup besar dari tensi geopolitik," kata Nico.
Penurunan suku bunga yang terlalu cepat, hanya akan membuat situasi dan kondisi berdampak buruk. Meski demikian, pelaku pasar dan investor tetap yakin dan bersikukuh bahwa total penurunan akan sebanyak 100 – 150 bps pada tahun 2024.
Pelaku pasar dan investor berharap penurunan pertama akan terjadi pada April atau Juni. Hal ini terlihat dari peningkatan probabilitas penurunan tingkat suku bunga pada bulan April mendatang yang naik dari sebelumnya 65% menjadi 80%.
Meski pelaku pasar dan investor menggebu untuk perkiraan penurunan tingkat suku bunga, namun Lagarde tetap menahan diri dengan tidak memberikan sinyal apapun yang mengesampingkan potensi penurunan tingkat suku bunga.
Lagarde mengatakan data ekonomi yang akan keluar dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi kunci apakah Bank Sentral Eropa akan menurunkan tingkat suku bunga atau tidak, mulai dari kenaikan upah hingga inflasi.
Pernyataan ini sama seperti yang diinginkan oleh The Fed mengenai indikator penurunan tingkat suku bunga. Secara kalimat, Bank Sentral Eropa menunjukkan pola lebih dovish dibandingkan sebelumnya, dan secara implisit tampaknya ada potensi penurunan dalam inflasi yang mendasarinya, meski sebelumnya proyeksi Bank Sentral Eropa terhadap inflasi masih berada di atas 2% hingga kuartal III-2025.
Lagarde juga menjelaskan bahwa perekonomian Kawasan Eropa mungkin akan sedikit lebih rendah dari proyeksi terbaru Bank Sentral Eropa, yang tampaknya justru berpotensi stagnasi.
Beberapa indikator saat ini, terlihat bahwa perekonomian akan pulih secara bertahap, khususnya di tahun 2024.
"Sejauh ini kami melihat masih terlalu dini untuk mengatakan Bank Sentral Eropa telah menang melawan inflasi, khususnya ketika tensi geopolitik masih terjadi. Memang ada potensi penurunan tingkat suku bunga, namun paling cepat pada kuartal IV 2024. Tidak ada yang salah dengan optimistis, namun juga harus realistis," kata Nico. (Z-3)
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
MENURUT studi baru, salah satu alat favorit Presiden Donald Trump telah merugikan warga Amerika Serikat. Sebagian besar tarif AS, sekitar 96%, dibayarkan oleh pembeli AS.
Fenomena astronomi langka akan kembali terjadi: Gerhana Matahari Total diprediksi melintasi sejumlah wilayah Eropa hingga kawasan Arktik pada 12 Agustus 2026.
Wacana boikot penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat dinilai bisa menjadi bentuk tekanan politik paling ekstrem terhadap klaim Washington atas Greenland.
APA yang dapat dilakukan negara-negara kecil untuk mencegah diri mereka ditelan oleh negara-negara yang lebih besar dan lebih kuat? Ini bukan pertanyaan abstrak bagi Greenland saat ini.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved