Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL pertemuan dewan gubernur Bank Sentral Eropa belum mengubah kebijakan tingkat suku bunga mereka saat ini. Dengan keputusan ini, suku bunga operasi refinancing utama dan suku bunga fasilitas pinjaman marjinal dan fasilitas simpanan masing-masing akan tetap pada angka 4,50%, 4,75% dan 4,00%.
"Tampaknya mereka justru menegaskan akan berada di level yang tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama, agar inflasi dapat mencapai targetnya," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, Jumat (26/1).
Ini ketiga kalinya, Bank Sentral Eropa menahan tingkat suku bunga karena Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan penurunan inflasi masih sedang proses.
Baca juga: Bank Indonesia Yakin Ada Ruang Penurunan BI Rate
Saat ini, terlalu dini untuk membahas penurunan tingkat suku bunga. Sebab, penurunan tersebut akan tergantung pada data yang masuk nantinya. Bahkan Governing Council’s mengatakan kebijakan tingkat suku bunga akan tetap pada level yang ketat selama diperlukan.
Saat ini Bank Sentral Eropa Tengah fokus pada pertumbuhan upah yang berjalan dengan baik. Meski mereka menahan tingkat suku bunga, pelaku pasar dan investor masih yakin pemangkasan tingkat suku bunga akan segera terjadi.
Baca juga: BI Perkirakan Fed Rate Baru akan Turun di Semester II 2024
"Mereka memiliki ekspektasi kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi pada Juni 2024. Kami melihat ini sesuatu yang terlalu dini, khususnya bagi Eropa yang dalam beberapa bulan terakhir mendapatkan tekanan cukup besar dari tensi geopolitik," kata Nico.
Penurunan suku bunga yang terlalu cepat, hanya akan membuat situasi dan kondisi berdampak buruk. Meski demikian, pelaku pasar dan investor tetap yakin dan bersikukuh bahwa total penurunan akan sebanyak 100 – 150 bps pada tahun 2024.
Pelaku pasar dan investor berharap penurunan pertama akan terjadi pada April atau Juni. Hal ini terlihat dari peningkatan probabilitas penurunan tingkat suku bunga pada bulan April mendatang yang naik dari sebelumnya 65% menjadi 80%.
Meski pelaku pasar dan investor menggebu untuk perkiraan penurunan tingkat suku bunga, namun Lagarde tetap menahan diri dengan tidak memberikan sinyal apapun yang mengesampingkan potensi penurunan tingkat suku bunga.
Lagarde mengatakan data ekonomi yang akan keluar dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi kunci apakah Bank Sentral Eropa akan menurunkan tingkat suku bunga atau tidak, mulai dari kenaikan upah hingga inflasi.
Pernyataan ini sama seperti yang diinginkan oleh The Fed mengenai indikator penurunan tingkat suku bunga. Secara kalimat, Bank Sentral Eropa menunjukkan pola lebih dovish dibandingkan sebelumnya, dan secara implisit tampaknya ada potensi penurunan dalam inflasi yang mendasarinya, meski sebelumnya proyeksi Bank Sentral Eropa terhadap inflasi masih berada di atas 2% hingga kuartal III-2025.
Lagarde juga menjelaskan bahwa perekonomian Kawasan Eropa mungkin akan sedikit lebih rendah dari proyeksi terbaru Bank Sentral Eropa, yang tampaknya justru berpotensi stagnasi.
Beberapa indikator saat ini, terlihat bahwa perekonomian akan pulih secara bertahap, khususnya di tahun 2024.
"Sejauh ini kami melihat masih terlalu dini untuk mengatakan Bank Sentral Eropa telah menang melawan inflasi, khususnya ketika tensi geopolitik masih terjadi. Memang ada potensi penurunan tingkat suku bunga, namun paling cepat pada kuartal IV 2024. Tidak ada yang salah dengan optimistis, namun juga harus realistis," kata Nico. (Z-3)
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Sebuah meteorit jatuh menembus atap rumah di Koblenz, Jerman, usai ledakan bola api terlihat di langit Eropa. Tidak ada korban jiwa, peneliti mulai kumpulkan fragmen.
CDC terbitkan peringatan level 2 terkait penyebaran virus polio di 32 negara, termasuk Spanyol, Inggris, dan Jerman.
India adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan sangat bergantung pada Timur Tengah untuk impornya.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Federal Reserve resmi menahan suku bunga di level 3,5%-3,75%. Jerome Powell soroti dampak ketidakpastian perang terhadap inflasi dan tegaskan tak akan mundur.
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved