Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Jerman Johann Wadhepul menegaskan bahwa kerja sama dengan Indonesia semakin penting bagi Jerman dan Eropa, terutama di tengah situasi dunia yang penuh tantangan besar.
"Kunjungan ke Indonesia dalam perjalanan ini sangat penting bagi saya. Indonesia mitra penting Jerman dan Eropa di tengah dunia yang penuh tantangan besar," kata Menlu Wadhepul di Jakarta, Rabu (20/8).
Menlu Wadhepul mengakui bahwa Indonesia sebagai negara dengan perekonomian dinamis dan aktor politik yang aktif, baik di kawasan maupun kancah global. Hal itu, menurutnya, terlihat dari pembangunan gedung baru Kedutaan Besar Indonesia di Berlin serta kehadiran Paviliun Indonesia di World Expo Osaka, Jepang.
Dia juga menggambarkan Indonesia sebagai negara demokrasi yang dinamis dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekaligus negara modern yang mampu memadukan sejarah panjang dan warisan budaya dengan teknologi tinggi serta keterbukaan.
"Negara ini meyakini bahwa seribu teman masih terlalu sedikit, sementara satu musuh sudah terlalu banyak. Ini kehormatan bisa bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Bapak Sugiono, untuk membahas situasi global dan hubungan bilateral," ucapnya.
Menlu Wadhepul menekankan bahwa kunjungan ini menjadi istimewa karena Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang ia datangi sejak dilantik pada Mei 2025.
Adapun fokus utama pertemuan itu adalah memperdalam kemitraan strategis kedua negara. Menurutnya, baik Indonesia maupun Jerman memiliki visi yang sama, yakni meraih kebebasan, keamanan dan kemakmuran melalui kerja sama internasional.
Hal ini dianggap semakin relevan di tengah memudarnya penghormatan terhadap hukum internasional, serta meningkatnya retorika dan tindakan imperialis dari sejumlah kekuatan global.
Dia juga menyoroti tantangan lain yang sedang dihadapi dunia, mulai dari konflik militer yang menghambat jalur perdagangan, kampanye disinformasi yang didukung negara, risiko dari perkembangan teknologi hingga dampak perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.
"Menghadapi tantangan-tantangan ini butuh komitmen yang teguh untuk terus berinvestasi dalam kemitraan. Kita hanya akan kuat dan bisa maju, jika kita berdiri bersama," pungkas Menlu Wadhepul. (I-2)
EDITORIAL Media Indonesia pada 15 Januari 2026 menyoroti melemahnya tatanan internasional berbasis aturan di tengah meningkatnya kecenderungan negara-negara besar mengandalkan kekuatan.
Sugiono juga menyoroti melemahnya efektivitas tata kelola global dalam merespons krisis yang berkembang semakin cepat dan kompleks.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
Menlu Sugiono menanggapi santai beredarnya video viral yang memperlihatkan percakapan Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Sugiono juga mengungkapkan keprihatinan terhadap meningkatnya kerentanan pengungsi Rohingya yang kini semakin dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara.
MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono menegaskan tidak ada perdamaian tanpa Palestina merdeka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved