Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN ribu orang di berbagai negara Eropa turun ke jalan pada Sabtu (9/8) waktu setempat. Seperti dilaporkan Anadolu, para peserta aksi menyuarakan solidaritas bagi warga Palestina di Jalur Gaza serta menuntut penghentian serangan Israel dan mendesak gencatan senjata segera.
Berbagai unjuk rasa digelar sehari setelah kabinet keamanan Israel menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki Gaza City.
Di London, Inggris, aksi bertajuk 30th National March for Palestine digelar. Massa bergerak dari Russell Square menuju kantor PM Inggris dengan tema “Stop Starving Gaza” atau “Hentikan Membuat Gaza Kelaparan.”
Penyelenggara aksi, Palestina Solidarity Campaign (PSC), menyebut Israel tengah membiarkan rakyat Palestina di Gaza kelaparan hingga mati.
Mereka menyerukan pemerintah Inggris untuk mengambil tindakan guna menghentikan genosida Israel. Sepanjang aksi, peserta membawa bendera Palestina sambil meneriakkan slogan.
Aksi serupa berlangsung di Stockholm, Swedia. Ratusan orang berkumpul di Odenplan membawa berbagai spanduk yang mengecam serangan Israel dan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel. Mereka kemudian berarak menuju kantor Kementerian Luar Negeri.
Di Amsterdam, Belanda, demonstran juga menuntut pembatalan rencana pendudukan tersebut serta mendesak penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.
Kementerian Kesehatan Gaza pada Jumat melaporkan 21 warga Palestina tewas dan lebih dari 341 lainnya terluka saat berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan dalam 24 jam terakhir.
Sejak 27 Mei, jumlah korban tewas saat mencari bantuan mencapai 1.743 orang, dengan lebih dari 12.590 orang terluka. Selain itu, 11 orang, termasuk anak-anak, meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi dalam sehari terakhir sehingga total korban jiwa karena kelaparan mencapai 212 orang, di antaranya 98 anak.
Aksi solidaritas juga digelar di sejumlah kota di Spanyol, termasuk Madrid. Peserta membawa bendera Palestina dan meneriakkan seruan “Akhiri genosida". Sebagian peserta aksi memukul panci dan wajan sebagai bentuk protes atas kelaparan di Gaza.
Di Jenewa, Swiss, ribuan orang berkumpul di Jardin Anglais untuk memprotes kematian akibat kelaparan dan malnutrisi di Gaza yang disebabkan blokade Israel. Mereka menggelar aksi duduk sambil meneriakkan protes dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Arab, serta memukul panci dan wajan untuk menarik perhatian publik.
Massa juga menyerukan diakhirinya dukungan internasional terhadap penindasan Israel terhadap rakyat Palestina. (Dhk/I-1)
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Sebuah meteorit jatuh menembus atap rumah di Koblenz, Jerman, usai ledakan bola api terlihat di langit Eropa. Tidak ada korban jiwa, peneliti mulai kumpulkan fragmen.
CDC terbitkan peringatan level 2 terkait penyebaran virus polio di 32 negara, termasuk Spanyol, Inggris, dan Jerman.
India adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan sangat bergantung pada Timur Tengah untuk impornya.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved