Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Senator AS Ancam Norwegia soal Divestasi Caterpillar terkait Israel

Khoerun Nadif Rahmat
30/8/2025 19:55
Senator AS Ancam Norwegia soal Divestasi Caterpillar terkait Israel
Ilustrasi.(Youtube)

PERDANA Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, turun tangan meredakan ketegangan diplomatik setelah seorang senator Amerika Serikat melontarkan ancaman menyusul keputusan dana kekayaan negara Norwegia melepas investasinya di perusahaan AS, Caterpillar Inc.

Dana kekayaan negara Norwegia senilai US$1,9 triliun (sekitar Rp31,28 kuadriliun) pada Senin (25/8) mengumumkan divestasi dari Caterpillar serta lima bank Israel. Langkah itu diambil menyusul temuan dewan etik yang menilai produk perusahaan alat berat asal AS tersebut digunakan dalam pelanggaran HAM di Jalur Gaza, Palestina.

Ancaman pertama kali dilontarkan Senator Lindsey Graham dari Partai Republik melalui media sosial X, Rabu (27/8). "Keputusan Anda menghukum Caterpillar hanya karena Israel memakai produk mereka sungguh keterlaluan. Keputusan konyol ini tidak akan dibiarkan begitu saja," tulis Graham dikutip dari Middle East Eye.

Sehari kemudian, Graham kembali menegaskan ancamannya dengan menyebut akses bisnis maupun kunjungan ke AS merupakan hak istimewa, bukan hak dasar. Ia bahkan menyebut kemungkinan pengenaan tarif atau penolakan visa bagi pihak Norwegia. 

"Mungkin sudah waktunya memberi tarif kepada negara-negara yang menolak bekerja sama dengan perusahaan besar Amerika. Atau jangan beri visa kepada mereka yang mencoba menghukum perusahaan Amerika karena alasan geopolitik," tulisnya.

Menanggapi itu, PM Store segera menghubungi Graham melalui pesan singkat. Ia menekankan bahwa pengelolaan dana kekayaan negara bersifat independen dan terpisah dari keputusan pemerintah.

Pernyataan Graham menuai kritik luas. Mantan penulis pidato Sekjen PBB Ban Ki-moon, Mark Seddon, menilai sikap senator itu bersifat intimidatif. 

"Apakah Anda pikir bisa berkeliling dunia seperti mafia, mengancam semua pihak? Hari-hari seperti itu sudah berakhir," ujarnya di X.

Sejumlah pengguna X juga mengingatkan insiden pada 2003, ketika aktivis Amerika Rachel Corrie tewas tertabrak buldoser Caterpillar D9 di Rafah, Gaza, saat berupaya menghalangi penghancuran rumah warga Palestina.

Dalam laporannya, dewan etik dana Norwegia menyebut buldoser Caterpillar dipakai secara sistematis oleh militer Israel untuk merobohkan properti warga Palestina. "Tidak diragukan produk Caterpillar digunakan dalam pelanggaran luas terhadap hukum humaniter internasional," tulis laporan itu.

Dewan menilai Caterpillar tidak melakukan langkah pencegahan sehingga tetap ada risiko tinggi perusahaan tersebut terlibat dalam pelanggaran serius hak-hak sipil di wilayah konflik.

Hingga akhir 2024, dana Norwegia memegang 1,2 persen saham Caterpillar senilai US$2,4 miliar atau sekitar Rp39,4 triliun yang turun menjadi US$2,1 miliar atau sekitar Rp34,5 triliun pada Juni 2025 seiring anjloknya laba perusahaan 21 persen akibat biaya manufaktur yang membengkak.

Caterpillar belum memberikan komentar atas keputusan divestasi tersebut. Tahun lalu, lembaga pensiun swasta terbesar Norwegia, KLP, juga lebih dulu melepas saham dan obligasi Caterpillar dengan alasan serupa. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya