Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Militer Israel Tetapkan Kota Gaza sebagai Zona Pertempuran Berbahaya

Ferdian Ananda Majni
29/8/2025 18:55
Militer Israel Tetapkan Kota Gaza sebagai Zona Pertempuran Berbahaya
Protes Gaza.(Al Jazeera)

MILITER Israel pada Jumat (29/8) menyatakan Kota Gaza sebagai zona pertempuran berbahaya dan bersiap untuk menguasai kota terbesar di wilayah Palestina tersebut setelah hampir dua tahun perang berlangsung.

"Mulai hari ini (Jumat), pukul 10.00 waktu setempat, jeda taktis lokal dalam aktivitas militer tidak akan berlaku di wilayah Kota Gaza, yang merupakan zona pertempuran berbahaya," demikian pernyataan militer Israel seperti dilansir AFP, Jumat (29/9).

Kebijakan jeda ini sebelumnya diterapkan di sejumlah area untuk memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan.

Meski belum mengeluarkan perintah evakuasi massal, juru bicara militer berbahasa Arab, Avichay Adraee, pada Rabu lalu menegaskan bahwa pengosongan kota tidak bisa dihindari.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hampir satu juta penduduk saat ini masih bertahan di Kegubernuran Gaza, termasuk Kota Gaza dan wilayah sekitarnya di bagian utara. 

Foto-foto dari AFP menunjukkan antrean panjang warga yang bergerak ke arah selatan dengan kendaraan penuh barang-barang rumah tangga seperti kasur, kursi hingga tas besar.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant sebelumnya menegaskan tekad menghancurkan Kota Gaza bila Hamas tidak menerima syarat gencatan senjata yang diajukan Israel. 

Pemerintah Israel juga telah menyetujui rencana operasi militer besar untuk merebut kota tersebut, termasuk memanggil sekitar 60.000 tentara cadangan.

Dalam pernyataan terbaru, militer Israel menyebut akan tetap mendukung upaya bantuan kemanusiaan. 

"Kami akan terus mendukung upaya kemanusiaan di samping manuver dan operasi ofensif yang sedang berlangsung terhadap organisasi teroris di Jalur Gaza," tulis militer.

Di sisi lain, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 33 warga tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah pada Jumat. Militer Israel, ketika dimintai tanggapan, hanya menyebut sedang memeriksa laporan tersebut.

Keterbatasan akses media membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban maupun rincian yang disampaikan kedua pihak.

Perang yang meletus sejak serangan Hamas pada Oktober 2023 telah menewaskan 1.219 orang di Israel, sebagian besar warga sipil, menurut data pemerintah Israel yang dihimpun AFP. 

Sementara itu, serangan balasan Israel hingga kini menewaskan sedikitnya 62.966 warga Palestina, mayoritas juga warga sipil, berdasarkan angka Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas dan dinilai dapat diandalkan oleh PBB. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya