Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Menlu Retno Marsudi menyampaikan sebanyak 385 WNI yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
Sebanyak 110 dari 328 WNI berhasil dievakuasi dari Port of Sudan ke Jeddah, Arab Saudi, menggunakan pesawat milik TNI AU.
Kementerian Luar Negeri mengatakan evakuasi WNI dari Sudan telah tuntas. Sebanyak 897 WNI telah dievakuasi dari Sudan ke Jeddah Arab Saudi. Selain WNI Kemenlu juga bantu evakuasi 7 WNA.
Sebanyak 542 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi dari Sudan telah menyelesaikan perjalanan selama 16 jam dari Port Sudan ke Jeddah, Arab Saudi.
Sebelumnya, dia mengungkapkan, ada sekitar 1.200 WNI termasuk di dalamnya mahasiswa terjebak konflik di beberapa kota di Sudan. Dan 40 diantaranya mahasiswa asal Sulawesi Selatan.
542 orang Warga Negara Indonesia (WNI) dievakuasi dari Sudan menuju Jeddah, Arab Saudi dan segera diterbangkan ke tanah air.
Lansia dan bayi-bayi ikut melalui perjalanan melelahkan dalam upaya melarikan diri dari konflik bersenjata di Sudan yang telah terjadi sejak 15 April 2023 dan menewaskan sekitar 500 orang.
Departemen Luar Negeri Swiss mencatat sekitar 100 warganya berada di negara yang terus-menerus dilands perang saudara itu
Ribuan warga melarikan diri dari Ibu Kota Sudan, Khartoum, pada hari Rabu (19/4) di hari kelima pascapertempuran antara tentara dan paramiliter dimulai.
PERWAKILAN pemerintah Republik Indonesia mengevakuasi 15 WNI ke Safe House di Kantor KBRI Khartoum karena kondisi perang saudara di Sudan.
Sejauh ini situasi keamanan di Sudan belum kondusif untuk mengevakuasi sebanyak 1.209 WNI ke tempat lebih aman termasuk ke Tanah Air.
Para mahasiswa WNI mengatakan hingga Selasa, (18/4) suara ledakan terus menggema di telinga warga ibu kota Sudan, Khartoum.
PERANG saudara masih berkecamuk di Sudan. Pertempuran antara militer dan kelompok paramiliter yang disebut Pasukan Pendukung Cepat (RSF) meletus sejak Sabtu, (15/4).
Diketahui ada sekitar 1.200 WNI yang berada di Sudan saat ini, sebanyak 800 diantaranya adalah mahasiswa. Keamanan mereka terancam karena konflik antara militer dan milisi Sudan.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved