Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara (Korut) menembakkan proyektil ke laut, beberapa jam setelah Pyongyang mengatakan pihaknya bersedia untuk mengadakan pembicaraan
Negosiasi antara Pyongyang dan Washington telah macet sejak pertemuan puncak kedua antara pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.
Korut dua kali meluncurkan 'rudal tidak teridentifikasi', Selasa (10/9) pagi ke arah timur dari Provinsi Pyongan Selatan.
HUBUNGAN Jepang dengan Korea Utara terus memburuk setelah Jepang meyakini Korut tengah mengembangkan hulu ledak untuk menembus perisai rudal
Takeshi mengungkapkan sejumlah roket yang dikembangkan ialah rudal balistik jarak pendek. Dia menyoroti lintasan tidak beraturan, yang secara teoritis dapat mengakali sistem pertahanan.
Ia melihat pengalaman di Jerman sudah yang menunjukkan bahwa Jerman Barat dan Jerman Timur bisa bersatu walau dulu banyak yang melihatnya tak mungkin terjadi.
MEDIA pemerintah Korea Utara KCNA kemarin melaporkan bahwa Kim Jong-un sekali lagi mengawasi penembakan uji coba senjata ‘yang baru dikembangkan’.
Kim Jong-un mengatakan sistem yang baru dikembangkan adalah 'senjata yang hebat'.
Rudal Korut meluncur sekitar 380 kilometer (240 mil) dan mencapai ketinggian 97 kilometer dengan kecepatan tertinggi 6,5 mach sebelum mendarat di Laut Timur.
Korut tidak berencana berdialog dengan Amerika Serikat (AS) soal nuklir selama Washington terus meningkatkan sikap militer yang mengancam Pyongyang.
Korea Utara menembakkan dua proyektil tidak dikenal ke arah laut pada Jumat (16/8).
KOREA Utara menyebut rudal yang diluncurkan Sabtu (10/8) kemarin merupakan senjata baru yang dikembangkan Korut.
Surat kabar resmi Rodong Sinmun memuat beberapa foto yang menunjukkan Kim sedang menyeringai lebar. Ia juga terlihat didampingi oleh para pembantunya saat mengamati uji coba itu.
Peluncuran rudal pada Sabtu (10/8) itu merupakan yang kelima dilakukan Korut dalam tempo dua pekan.
KOREA Utara kembali menembakkan sejumlah rudal ke perairannya untuk keempat kalinya dalam waktu kurang dari dua pekan.
Peluncuran rudal terbaru Korut dilakukan setelah AS dan Korsel memulai latihan militer gabungan mereka pada Senin (5/8) untuk menguji kesiapan Korsel menghadapi perang.
Korea Utara mengancam peningkatan uji coba senjata, setelah melepaskan sepasang proyektil keempat dalam waktu dua pekan terakhir.
AS mengizinkan warga asing dari 38 negara, termasuk Korea Selatan, Jepang dan Prancis, untuk memasuki wilayahnya tanpa visa hingga 90 hari. Kebebasan itu diperoleh dengan surat pernyataan.
Korut melepaskan dua rudal yang diduga rudal jarak pendek dari Provinsi Hwanghae Selatan di pantai barat negara itu.
Korut menyebut latihan gabungan AS-Korsel sebagai pelanggaran besar terhadap upaya damai di Semenajung Korea.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved