Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara setidaknya menembakkan satu rudal yang diyakini sebagai Submarine-Launched Ballistic Missile (SLBM) atau rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam pada Rabu (2/10). Kejadian itu terjadi menjelang dimulainya kembali perundingan denuklirisasi antara Korut dengan Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS) mengungkapkan rudal itu diyakini merupakan jenis Pukkuksong, sebuah SLBM Korea Utara. Rudal tersebut ditembakkan ke arah timur dari lepas pantai timur dekat Wonsan, Provinsi Kangwon pada pukul 07.11 pagi dan meluncur sekitar 450 kilometer pada ketinggian maksimum sekitar 910 km.
"Militer kami sedang memantau situasi jika ada peluncuran tambahan dan mempertahankan keadaan siap siaga," ujar JCS, sembari menyerukan Korea Utara untuk menghentikan tindakannya yang dapat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Dewan Keamanan Nasional (NSC) Korsel segera mengadakan pertemuan darurat dan menyatakan keprihatinannya yang besar atas peluncuran rudal tersebut. Adapun Pasukan Amerika Serikat Korea (USFK) mengatakan bahwa mereka mengetahui adanya peluncuran rudal yang kemungkinan besar dilancarakan dari Korea Utara.
"Kami mengetahui laporan kemungkinan peluncuran rudal Korea Utara. Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di kawasan itu," terang juru bicara USFK Kolonel Lee Peters dalam pernyataannya kepada Kantor Berita Yonhap.
Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik. Dan salah satu proyektilnya jatuh ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.
"Salah satu proyektil terlihat jatuh di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang," ujar Yoshihide Suga dalam konferensi pers.
Ini adalah kesebelas kalinya peluncuran rudal oleh Korea Utara sepanjang tahun ini. Adapun pada Juli lalu, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) melaporkan bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tengah memeriksa kapal selam yang baru saja dibangun. Ia juga menyerukan pengembangan angkatan laut bersenjata untuk meningkatkan kemampuan militer negara itu.
baca juga: Proyektil Korut Diduga Jatuh di Kawasan ZEE Jepang
Peluncuran itu terjadi sehari setelah Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korut Choe Son-hui mengatakan Pyongyang dan Washington setuju melanjutkan pembicaraan nuklir tingkat kerja pekan ini. Dialog antara AS dan Korut telah terhenti sejak runtuhnya pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, Februari lalu. (OL-3)
Presiden Belarusia Lukashenko memberi hadiah senapan otomatis kepada Kim Jong Un di Pyongyang.
Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko melakukan kunjungan resmi ke Korea Utara.
KOREA Utara menembakkan sepuluh rudal balistik ke Laut Jepang, Sabtu (14/3). Tembakan rudal itu bersamaan saat Amerika Serikat serta Korea Selatan menggelar latihan militer gabungan.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Korea Utara sukses melaksanakan uji coba rudal penjelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon. Kim Jong Un instruksikan percepatan pembangunan armada tempur.
Korea Utara mengecam latihan militer gabungan 'Freedom Shield' antara AS dan Korea Selatan. Kim Yo Jong tegaskan kesiapan serangan balasan yang mematikan.
Dalam pidato yang telah disiapkan, dia mengatakan bahwa Iran dan proksinya tetap mampu menyerang kepentingan AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Stasiun televisi Press TV Iran melaporkan pada Kamis (5/3) pagi bahwa militer menargetkan pasukan separatis anti-Iran itu, tanpa menyebutkan lokasi serangan tersebut.
DALAM dinamika politik global tahun 2026 yang kian memanas, pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, kembali mencuri perhatian dunia.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved