Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengeluarkan awan panas sebanyak 36 kali dengan jarak luncur sampai 3 kilometer.
Awan panas tersebut meluncur mencapai jarak luncur maksimal 1.600 meter dari puncak dengan amplitudo maksimal 600 milimeter dan durasi maksimal 197 detik.
Gunung Merapi meluncurkan awan panas secara bertubi-tubi pada Rabu (27/1) pagi. Akibatnya beberapa desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengalami hujan abu.
BPPTKG melaporkan sebelas luncuran awan panas di Gunung Merapi dalam kurun enam jam, dari pukul 18.00-24.00, Selasa (26/1).
MULAI pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, seismogram di Pos Pengamatan Gunung Merapi mencatat terjadinya 76 kali kegempaan guguran.
Pos Pengamatan Gunung Merapi mencatat Gunung Merapi mengeluarkan 40 kali lava pijar dengan jarak luncur antara 300 meter hingga 1000 meter mengarah ke Kali Krasak dan Boyong.
Sehubungan dengan masih tingginya aktivitas vukanik Gunung Merapi, masyarakat diminta tetap mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
, Erupsi Gunung Merapi saat ini tidak memengaruhi aktivitas gunung berapi yang lainnya di Indonesia.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Jumat (22/1) pukul 18.00 WIB hingga Sabtu (23/1) pukul 06.00 WIB didominasi adanya guguran lava pilar.
Pada 21 Januari 2021 volume kubah lava 2021 terukur sebesar 104.000 m3 dengan laju pertumbuhan rata-rata 8.600 m3 per hari
Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memperpanjang status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi.
Manajemen bencana saat pandemi penting dilakukan karena ancaman covid-19 di pengungsian akan menjadi beban ganda.
POTENSI bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Meskipun aktivitas Gunung Merapi sudah menurun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para pengungsi tetap ditempat evakuasi sementara Balai Desa Balerante, Klaten.
Erupsi yang cukup panjang terjadi pada Gunung Merapi sejak 4 Januari, berdasarkan pengamatan BPPTKG Yogyakarta, telah terjadi perubahan potensi bahaya Merapi.
Pos Pengamatan Gunung Merapi mencatat, selama 12 jam dari Selasa (19/1) pukul 18,00 WIB sampai Rabu (20/1) pukul 06.00 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan 84 kali lava pijar.
Para pengungsi dinilai jauh lebih baik apabila tetap berada di pengungsian.
Dari sebanyak 312 pengungsi itu, 227 orang di antaranya ditampung di tempat evakuasi sementara (TES) Balai Desa Balerante dan 85 orang lainnya ada di TES Balai Desa Tegalmulyo.
Aktivitas vulkanik itu berdasarkan pemantauan BPPTKG pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Tampak terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada pukul 02.27 WIB.
"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," terang Kepala BPPTKG, Hanik Humaida
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved