Minggu 17 Januari 2021, 09:33 WIB

Pemkab Sleman Minta Pengungsi Gunung Merapi Bertahan

Agus Utantoro | Nusantara
Pemkab Sleman Minta Pengungsi Gunung Merapi Bertahan

MI/Djoko Sardjono
Pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi di TES Balai Desa Balerante

 

PEMERINTAH Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta warga Kalitengah Lor yang berada di Barak Pengungsian Glagaharjo bertahan dan tidak kembali ke tempat tinggalnya.

"Pemkab Sleman belum akan memulangkan para pengungsi ke permukiman asal mereka, Kalitengah Lor. Karena aktivitas Gunung Merapi yang masih tinggi dan BPPTKG belum merekomendasikan penurunan status," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Jumat (15/1).

Menurut dia, arah luncuran lava pijar maupun awan panas Gunung Merapi saat ini ke barat daya atau ke hulu Sungai Krasak. Sedangkan Kalitengah Lor berada di sisi timur Gunung Merapi dan berdekatan dengan Sungai Gendol.

Makwan mengatakan Pemkab Sleman tidak terburu-buru untuk memulangkan pengungsi dan masih memerlukan koordinasi dengan banyak pihak termasuk BPPTKG sebelum mengambil keputusan untuk memulangkan.

Ratusan warga Kalitengah Lor yang diungsikan sejak BPPTKG Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari Level II (Waspada) ke Level III Siaga ini adalah kelompok rentan yakni lansia, ibu hamil, anak-anak, ibu menyusui dan difabel.

Baca juga:  Aktivitas Merapi Meningkat, Sleman Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Sedangkan untuk warga lereng barat Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Sleman, jelas Makwan, saat ini belum diungsikan. Karena, BPPTKG belum merekomendasikan agar mereka ikut diungsikan.

Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada perubahan radius yang harus mengungsi yakni radius 5 kilometer, sedangkan warga Sleman di lereng barat menempati lokasi permukiman yang berjarak paling tinggi 6,5 kilometer dari puncak.

Warga Sleman di sisi barat Gunung Merapi antara lain Dukuh Turgo (Desa Purwobinangun, Kapanewon Pakem), Dukuh Ngandong dan Tritis (Desa Girikerto Kapanewon Turi) serta Dukuh Tunggularum di Desa Wonokerto, Kapanewon Turi.

Lava Pijar

Sementara BPPTKG Yogyakarta menyebutkan, pada Jumat pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, Gunung Merapi mengekuarkan 20 kali lava pijar.

"Semuanya mengarah ke hulu Sungai Krasak dengan jarak luncur maksimal hingga 1.000 meter dari puncak," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Alzwar Nurmaji, Minggu (17/1).

Menurut dia, pada periode pengamatan tersebut, asap kawah tidak teramati. Selama enam jam terjadi kegempaan guguran sebanyak 29 kali dengan amplitudo maksimal 17 milimeter dan durasi maksimal 94 detik, fase banyak atau hybrid sebanyak 12 kali dengan amplitudo maksimal 24 milimeter dan durasi maksimal 13 detik, serta vulkanik dangkal sebanyak 4 kali dengan amplitudo maksimal 25 detik.

"Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara antara 14 hingga 26,3°C, kelembaban udara antara 27 hingga 77%, dan tekanan udara 834.4-944.5 mmHg," ujarnya.(OL-5)

Baca Juga

Mediaindonesia.com

Polres Klaten Tangkap Pelaku Penculikan Anak

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 10:00 WIB
Pelaku berhasil ditangkap di rumah kontrakannya, Rabu (24/2) malam. Korban pun dapat...
ANTARA

Sejumlah Pejabat Pemprov Kaget Dengar Gubernur Sulsel Kena OTT KPK

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 09:15 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Andi Darmawan Bintang menyampaikan hal yang sama bahwa dirinya sangat kaget dan tidak...
Dok MI

PUPR Rampungkan 45,47 KM Jalan di DSP Manado - Bitung Likupang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 08:25 WIB
Jalan Girian (Bitung) - Likupang terdiri dari preservasi jalan sepanjang 43,67 km dan jembatan 152,2...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya