Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras menambah runyam masalah di lereng Gunung Merapi. Selain ancaman erupsi yang masih tinggi, hujan menyebabkan tanah longsor di jalur evakuasi di Kecamatan Selo, Kabupten Boyolali, Jawa Tengah, kemarin.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bambang Sinungharjo mengaku sudah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. “Kami juga mengerahkan para relawan bencana untuk bekerja keras di lokasi tanah longsor.”
Kondisi jalur evakuasi yang baik sangat penting untuk hari-hari ini. Pasalnya, aktivitas Merapi masih tinggi dan sewaktu-waktu bisa erupsi.
“Warga dan relawan harus berhati-hati di jalur ini karena setelah tanah longsor, jalan di lokasi menjadi sangat licin,” tambah Bambang.
Sampai kemarin, aktivitas di kawah Gunung Merapi masih sangat tinggi. Seperti diungkapkan petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Heru Suparwaka, sejak Minggu (10/1) malam hingga Senin pagi, ada 45 kali luncuran lava pijar.
“Semuanya mengarah ke hulu Sungai Krasak. Jarak luncur tertinggi mencapai 900 meter dari puncak. Dari Pos Babadan juga terdengar satu kali suara guguran,” katanya.
Masih tingginya aktivitas Gunung Merapi juga terlihat dari terjadinya hujan abu di sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman. “Hujan abu tipis dirasakan warga di Singlar, Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen,” papar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Makwan.
Status keaktifan gunung masih di level III atau Siaga. Karena itu, BPBD juga belum melakukan perubahan kebijakan. “Warga yang ada di lereng barat belum diperintahkan mengungsi. Permukiman mereka berada di radius 7,5 kilometer, sedangkan rekomendasi pengungsian untuk warga di radius 5 kilometer,” sambung Makwan.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Hanik Humaida membenarkan pihaknya masih mempertahankan status siaga yang sudah ditetapkan sejak 5 November 2020. “Kesempatan ini harus digunakan Pemkab Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten, untuk mematangkan persiapan mitigasi.” (WJ/AU/AT/N-2)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved