Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Dari hasil analisa Kepala BNPB Doni Monardo, faktor cuaca, lingkungan dan topografi menjadi pemicu terjadinya banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Perkebunan sawit di Desa Meli Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, menjadi lokasi pendirian puluhan tenda untuk para pengungsi korban banjir bandang Masamba sejak 16 Juli lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan jumlah penyintas yang tercatat BPBD Kabupaten Luwu Utara mencapai 3.627 KK atau 14.483 jiwa
Menteri PU-Pera turun ke Luwu Utara bekerja sama dengan Pemerintah Sulawesi Selatan, TNI, Polri, Basarnas dan BPBD setempat memulihkan infrastruktur Masamba.
Selain menyediakan pelayanan kesehatan dan dapur umum, pihaknya akan mendirikan sekolah darurat, dan membangun kembali rumah ibadah.
Empat korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir semuanya berlokasi di Klademak II dan Klademak III Kota Sorong.
Lebih dari 3.500 keluarga mengungsi di posko pengungsian disediakan di tiga lokasi, Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Massamba. Sementara korban jiwa mencapai 30 orang.
Strategi yang diberikan mencakup perbaikan lahan kritis dengan peningkatan mutu benih, mitigasi bencana banjir dan kekeringan, strategi meningkatkan PDB sektor riil kehutanan.
Banjir berdampak pada 5 kecamatan, yakni Sorong Utara, Sorong Timur, Malaimsimsa, Sorong Barat dan Sorong, mengakibatkan 3 warga lain luka-luka, 3 meninggal dan rumah sakit terendam.
Pascabanjir bandang, bupati Luwu Utara menetapkan status tanggap darurat selama 30 hari, terhitung dari 14 Juli hingga 12 Agustus 2020.
Mensos meminta pemerintah daerah secepatnya mendata, memverifikasi dan melakukan validasi ahli waris.
Basuki ingin melihat sejauh mana upaya penanganan darurat di wilayah tersebut. Sebagian akses jalan Masamba-Palopo yang sempat terputus akibat banjir, telah berhasil dibuka.
Banjir tersebut berdampak pada 70 kepala keluarga (KK). BNPB mencatat, ketinggian air mencapai 40 hingga 100 cm.
Korban hilang akibat banjir bandang di enam kecamatan di Luwu Utara mengakibatkan 69 orang hilang. Hingga kini 24 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal. tapi 5 orang masih hilang
Tim SAR gabungamberhasil menyelamatkan 1.500 warga dari enam kecamatan yang terdampak banjir, yaitu Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat.
Wilayah Masamba dan sekitarnya tak mampu lagi menahan beban hidrologis di tanah yang tutupan hutannya yang sudah kritis.
Ribuan warga yang berada di lokasi dan rawan banjir di Luwu Utara, Sulsel telah dievakuasi dan pindahkan ke tempat-tempat atau lokasi yang aman untuk sementara waktu.
Negara tetangga India lainnya, Nepal, juga dilanda bencana banjir. Hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor telah menelan korban jiwa sebanyak 50 orang.
Jumlah rumah hanyut dilaporkan sebanyak 10 unit, tertimbun lumpur bercampur pasir yang tingginya antara 1-4 meter 213 unit. Dan jumlah warga terdampak 15..944 jiwa.
Banjir di Tiongkok kali ini disebutkan sebagai bencana banjir terburuk dalam lebih dari 30 tahun terakhir. Masyarakat di sejumlah Tiongkok tengah mengantisipasi hujan lebih besar lagi.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved