Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama etugas gabungan lain masih melakukan penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Agrabinta, Leles, dan Cijati. Ratusan rumah warga serta fasilitas infrastruktur umum terdampak bencana hidrometeorologi tersebut.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan, menuturkan hasil asesmen sementara, di Kecamatan Leles terdapat 6 desa yang terdampak banjir dan tanah longsor yakni Desa Sukasirna, Desa Purabaya, Desa Pusakasari, Desa Sindangsari, Desa Karyamukti, dan Desa Nagasari. Di Desa Sukasirna terjadi tanah longsor yang mengakibatkan 10 unit rumah warga terdampak. Nilai kerugiannya ditaksir mencapai Rp480 juta.
"Selain itu terdapat juga jembatan di 6 titik dan jalan di 10 titik yang terdampak," terang Irfan, Minggu (4/10).
Sementara di Desa Purabaya, rumah warga yang terdampak tanah longsor terdata 8 unit. Nilai kerugiannya ditaksir sekitar Rp390 juta.
"Bencana juga berdampak terhadap fasilitas umum berupa infrastruktur jalan di 10 titik. Untuk di empat desa lainnya yakni Pusakasari, Sindangsari, Karyamukti, dan Nagasari, masih dalam pendataan," kata Irfan.
Di Kecamatan Agrabinta, bencana banjir dan tanah longsor terjadi
di tiga wilayah. Di Desa Neglasari, terdapat dua rumah terseret material tanah longsor, yakni milik Jojon di Kampung Cimapag RT 03/02 dan Komsih di Kampung Cikahuripan RT 16/05. Selain itu juga terdapat tiga titik ruas jalan lingkungan yang tertutup material tanah longsor.
"Yang cukup banyak terdampak berada di Desa Mekarsari. Jumlah rumah korban bencana sebanyak 186 unit dan yang terendam sebanyak 493 unit. Ketinggian air di wilayah ini sekitar 40 sentimeter hingga 1 meter," ungkapnya.
Irfan merinci dampak bencana di Desa Mekarsari. Di Kampung Baru RT 03/01, jumlah warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Cisokan sebanyak 63 kepala keluarga atau 180 jiwa, di Kampung Babancong RT 04/04, warga yang terdampak berjumlah 83 kepala keluarga atau 179 jiwa, dan di Kampung Buniherang RT RT 03/04, warga yang terdampak berjumlah 15 kepala keluarga atau 50 jiwa. Sementara di Kampung Sirnagalih RT 02/03 warga yang terdampak berjumlah 5 kepala keluarga atau 15 jiwa, di Kampung Rawagalih RT 01/03 warga yang terdampak berjumlah 5 kepala keluarga atau 12 jiwa, dan di Kampung Bojongterong RT 01/01 warga yang terdampak banjir berjumlah 15 kepala keluarga atau 54 jiwa.
Tiga Anak Hilang Terbawa Banjir Bandang di Leles Cianjur
Banjir di Desa Sukamanah, terjadi di Kampung Munjul RT 01/07. Jumlah rumah terdampak sebanyak 74 unit dan 11 rumah terendam banjir. Jumlah warga yang terdampak sebanyak 175 jiwa dan jumlah korban banjir sebanyak 37 jiwa.
Di Kampung Cikadu RT 02/07, jumlah rumah terdampak sebanyak 78 unit dan jumlah rumah yang terendam sebanyak 9 unit. Jumlah warga yang terdampak 120 jiwa dan korban banjir 23 jiwa.
"Banjir juga dialami warga Kampung Pasirturi RT 03/07, Kampung Hegarwaas RT 01/02, Kampung Hegarwangi RT 02/02, dan Kampung Babancong RT 03/02," jelas Irfan.
Tim BPBD Kabupaten Cianjur masih memonitor daerah yang terdampak banjir
di Desa Sukamanah dan Desa Mekarsari. Mereka juga harus mengevakuasi masyarakat.
Curah Hujan Bisa Meningkat Tajam
"Saat ini banjir di beberapa wilayah masih menggenangi. Tapi di beberapa lokasi sudah mulai surut. Kami imbau masyarakat mewaspadai banjir susulan," terangnya.
Selain di Kecamatan Leles dan Agrabinta, bencana juga terjadi di Kecamatan Cijati. Di Kampung Legokpari RT 02/05 Desa Sukamaju terjadi tanah longsor mengakibatkan jalan utama penghubung dengan Kecamatan Leles tertimbun material sepanjang 15 meter dan lebar 3 meter dengan ketebalan timbunan 1-3 meter.
"Sedangkan di Kampung Puncakcara, material tanah longsor menutup jalan
dengan panjang 5 meter, lebar 2,5 meter, dan tinggi 2,5 meter. Jalan tidak bisa dilalui sepeda motor maupun mobil," pungkasnya. (N-3)
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
BENCANA longsor yang melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November sekitar pukul 11.00 WIB menyisakan duka mendala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved