Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih akan terus melakukan pengerukan sungai dan waduk. Menurut Sekretaris Dinas Sumber Daya Alam (SDA) Dudi Gardesi, pengerukan sungai merupakan salah satu aktivitas rutin yang memang seharusnya dilakukan untuk mengantisipasi banjir di ibu kota.
“Intinya di waduk-waduk dan di kali-kali, lalu alat-alat kita tetap bekerja sebagaimana mestinya untuk pengerukan. Karena kita memang punya sumber daya sendirikan, punya truk, alat berat, kontraktor dan pasukannya juga sehingga itu jalan terus baik yang menggunakan alat maupun manual pakai orang,” kata Dudi saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (26/9).
Adapun pengerukan sungai ini bertujuan meningkatkan kapasitas air. Sehingga, saat curah hujan deras dan menimbulkan genangan air, sungai-sungai di Jakarta mampu untuk menampungnya.
Sementara itu, untuk target kapasitas pengerukan, pihaknya mengaku belum memiliki desain detailnya. Lantaran, saat ini, tengah dalam situasi mendesak adanya potensi musim hujan lebih cepat.
“Kalau sekarang ini kita lebih ke arah meningkatkan kapasitas. Apakah desainnya seperti apa itu kita masih agak meraba-raba dalam artian sedalam apa desain dulunya. Karena banyak rencana pekerjaan atau gambar-gambar itu juga kita tidak pegang. Makanya harus diukur ulang, cuma kalau harus ukur ulang dan segala macam kan memerlukan waktu lagi. Sedangkan ini kan sifatnya agak mendesak sehingga kita kerjakan aja dulu,” paparnya.
Baca juga: Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perbaiki Pompa di 15 Underpass
Sementara itu, dalam pelaksanaan teknis, menurutnya, harus mengutamakan kehati-hatian. Sebab, berdasarkan laporan-laporan yang diterima, pengerukan sudah terjadi lama. Sehingga sekarang cukup banyak juga yang perlu dilakukan.
“Dalam pelaksanaan teknisnya lebih ke arah kehati-hatian tapi memang kalau di laporan yang saya terima kebanyakan saluran itu setelah dulu pernah dikeruk, belum pernah dikeruk-keruk lagi sehingga sekarang cukup banyak juga yang kita lakukan. Kita buang ke CDF Ancol,” jelasnya.
“Kita bergerak (pengerukan) sampai batas jangan sampai menimbulkan kerusakan di strukturnya. Takutnya banjir rob dan segala macem,” pungkasnya.(OL-5)
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
Penataan ini mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, hingga sistem drainase guna mengantisipasi genangan air.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi izin lapangan padel menyusul keluhan warga soal kebisingan. Pramono Anung siap beri sanksi tegas jika melanggar aturan.
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat ekosistem olahraga sepak bola putri.
Bank Jakarta resmi mendukung Pelita Jaya Jakarta sebagai sponsor di musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026.
Jika masalah sampah tidak segera dibenahi, sejumlah TPA diperkirakan mencapai batas maksimal pada 2028.
Persoalan sampah ini harus dilakukan melalui langkah nyata dan terukur. Ini harus kita kerjakan bersama-sama
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Tempat sampah AI Srikandi yang dikembangkan Nusabin kini memasuki fase implementasi.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui aksi Beach Clean Up di Pantai Kelan, Bali.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq bersama jajaran KLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved