Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan, anomali perubahan iklim membuat tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Indonesia. Hal itu diungkapkannya dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR, Selasa (22/9).
"Bencana hidrometeorologi masih mendominasi antara lain, banjir menempati urutan utama diikuti puting beliung dan tanah longsor," kata Doni.
Dari 2.069 kejadian bencana sejak 1 Januari-21 September 2020, tercatat ada 4.279.672 juta jiwa penduduk yang terdampak dan bahkan mengungsi. Sebanyak 283 jiwa meninggal dunia serta 427 jiwa luka-luka akibat bencana hidrometeorologi selama 8,5 bulan pertama pada 2020.
Doni menyebutkan Indonesia sedang menghadapi anomali atau keganjilan dari kondisi normal karena adanya perubahan iklim. Tahun lalu di bulan yang sama, Indonesia menghadapi kebakaran hutan dan lahan yang luar biasa, bahkan sempat asapnya melintasi selat Malaka dan menyentuh Singapura dan Malaysia. Tetapi yang terjadi kali ini pada September 2020, di Kalimantan terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat malah hujan.
"Padahal tahun lalu sepanjang rute yang kami lalui dari mulai Banjarmasin, ke Palangkarara lalu ke Pangkalanbun dan menuju Pontianak, sepanjang rute penerbangan nyaris terkepung kabut asap," ungkap Doni.
Menurutnya, pada hari ini pun hanya ada wilayah kalimantan Selatan saja Yang terbakar, diliuar itu semuanya bayak yang mengalami banjir.
Anomali ini pun juga menurutnya terjadi di Jakarta. Tahun lalu, kenang Doni, pada September 2019 BNPB mencatat kulalitas udara yang kurang bagus karena polusi udara. Kondisi itu jauh berbeda dibandingkan dengan saat ini. Selain, karena faktor pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pandemi covid-19, mobilitas kendaraan berkurang jauh, tetapi curah hujan berubah.
"Kita saksikan kemarin mulai siang, sore bahkan sampai malam hujan, bahkan di beberapa tempat terjadi kebajiran, ini seaniasa yang menjadi fokus kami," katanya.
Saat ini kata Doni, pihakya terus bekerja sama dengan Kementerian dan lembaga, terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengingatkan kepada seluruh wilayah yang memmiliki potensi ancaman bencana hidrometeorologi untuk menyiapkan diri.
"Sehingga bisa mengurangi resiko dan bisa menghindari kerugian harta benda termasuk kerugian jiwa," pungkasnya. (H-2)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
bencana tanah longsor di Watukumpul, Kabupaten Pemalang menimpa rumah warga, menutup ruas jalan dan mengakibatkan satu orang tewas
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
SEJUMLAH bangunan rumah warga dan tempat ibadah di Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur, terdampak bencana tanah longsor, Selasa (3/2) petang.
Selain proses evakuasi, Baznas juga mengaktifkan layanan Dapur Air di lokasi banjir bandang dan longsor di Bandung Barat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved