Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA jenazah anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dalam insiden kapal tenggelam di perairan Korea Selatan (Korsel) telah tiba di Indonesia.
Basarnas Kota Makassar mengerahkan KN SAR Karmajaya 104 guna mencari 21 ABK KM Yuiee Jaya 2 yang terbalik karena dihantam ombak.
Otoritas Korea Selatan telah menemukan empat dari total sembilan anak buah kapal (ABK) yang hilang dalam insiden kapal nelayan tenggelam di Laut Yeosu Selatan pada Minggu (10/3).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap satu unit kapal ikan asing berbendera Malaysia di perairan Selat Malaka.
Polairud Polda NTT menangkap kapal tanpa nama yang mengakut bahan peledak.
KAPAL Isap Timah (KIP) yang mencari pasir timah mengalami kecelakaan di Perairan Tanjung Tuing Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka.
Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang ABK MV Volta yang dilaporkan sakit dan membutuhkan penanganan medis. Kapal berangkat dari Australia hendak menuju Tiongkok.
Seorang ABK MV Volta asal Filipina dievakuasi tim SAR gabungan dari tengah laut karena sakit.
KM Pinisi Indosiren yang membawa penumpang turis berserta ABK sebanyak 30 orang terbakar di perairan Pyanemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, (PBD), Kamis (30/11), pada pukul 07.45 Wit.
Nelayan Indonesia menyelamatkan tiga orang anak buah kapal (ABK) perikanan asal Sri Lanka yang terombang-ambing di lautan lepas Samudera Hindia pada Jumat, (30/6).
"Ketujuh jenazah tersebut belum dapat diidentifikasi. Untuk antisipasi, Kemenlu telah koordinasi dengan Pusdokkes Polri untuk pengambilan sampel DNA keluarga."
Kementerian Luar Negeri menuturkan, telah menerima informasi mengenai hilangnya kapal penangkap ikan berbendera Tiongkok dengan 17 ABK WNI di dalamnya.
Selama beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah pelaut Indonesia yang bekerja pada kapal-kapal niaga di berbagai pelabuhan di dunia memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.
Pencarian dihentikan, keluarga 6 WNI ABK Kapal yang hilang di perairan Pulau Senkaku, Jepang, masih berharap anggota keluarganya itu bisa ditemukan.
Proses pencarian dan penyelamatan enam anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di Jepang masih berlangsung. Keenam WNI itu merupakan korban kapal Taiwan yang terbalik di perairan Jepang.
Kemenlu belum mendapatkan informasi mengenai nasib enam Warga Negara Indonesia (WNI) yang tenggelam di laut Jepang.
Pemerintah Jepang masih berupaya mencari enam ABK WNI yang hilang akibat kapal Xin Chang Fa No. 88 milik perusahaan Taiwan terbalik di perairan pulau Senkaku.
Sebuah kapal penangkap ikan tenggelam di Samudera Hindia. 10 ABK hilang dan masih dalam pencarian.
Keenam jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke kampung halaman mereka di Kabupaten Pemalang.
Tim SAR gabungan Kabupaten Kepulauan Selayar masih terus melakukan upaya pencarian terhadap enam ABK lain yang dinyatakan hilang.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved