Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Nelayan Indonesia menyelamatkan tiga orang anak buah kapal (ABK) perikanan asal Sri Lanka yang terombang-ambing di lautan lepas Samudera Hindia. Tiga ABK Sri Lanka tersebut diselamatkan pada Jumat, (30/6).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan mereka mengapresiasi aksi penyelamatan yang dilakukan nelayan Indonesia tersebut. Aksi tersebut berhasil menyelamatkan tiga ABK Sri Lanka yang hampir hilang akibat kapal mereka karam terkena badai.
KKP pun langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Kedutaan Besar Sri Lanka di Jakarta untuk pemulangan ketiga ABK ke negaranya.
Baca juga: Kapal Berpenumpang 137 Orang Kandas di Pelabuhan Padangbai Bali
"Hari ini kami melakukan serah terima ABK yang diselamatkan oleh KM Cahaya Putra Lestari yang pada saat itu beroperasi di laut lepas," kata Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Mochamad Idnillah dalam keterangan resminya, Jumat, (30/6).
Kronologi Penyelamatan
Sesuai ketentuan internasional, kapal terdekat wajib memberikan pertolongan saat mengetahui adanya kecelakaan atau menemukan kru kapal di laut. Penyelamatan yang dilakukan kru KM Cahaya Putra Lestari dinahkodai kapten Tarjoko dengan kapal yang digunakan berukuran 196 grosston.
Baca juga: Ini Fakta Kapal Selam Titan Titanic, Penumpangnya Harus Isi Pernyataan Siap Mati
Adapun ketiga ABK Srilanka yang diselamatkan masing-masing bernama Ithayarsan Chanturu, Anton Nevilstan, dan Alekkish Ajid Gihan Coors. Ia menjelaskan sebenarnya ada empat ABK, namun yang satu hanyut dan yang bisa diselamatkan hanya tiga orang.
Bersama KM Cahaya Putra Lestari, mereka tiba di PPS Nizam Zachman pada Kamis 29 Juni 2023, sedangkan diselamatkan dari lautan Samudera Hindia pada 18 Juni 2023.
Kapten Tarjoko pun menceritakan detik-detik penyelamatan terhadap tiga ABK di lautan Samudera Hindia. Pihaknya sempat mengira ketiga ABK tersebut sebagai tumpukan sampah yang memang banyak dijumpai di laut.
Begitu mengetahui tumpukan itu adalah puing-puing kapal beserta tiga krunya, tanpa pikir panjang pertolongan langsung dilakukan. Tiga ABK sudah dalam kondisi lemah karena sudah berhari-hari terombang-ambing.
Sementara itu perwakilan Kedutaan Besar Sri Lanka Captain Chaminda menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia dan kru KM Cahaya Putra Lestari. Pihaknya segera memproses dokumen perjalanan emergency untuk tiga ABK agar bisa segera dipulangkan ke Sri Lanka.
"Terima kasih untuk aksi kemanusiaan yang luar biasa atas penyelamatan tiga warga negara kami yang terombang ambing di lautan," tutupnya.
(Z-9)
Banjir juga merusak lebih dari 75 ribu rumah termasuk hampir 5 ribu unit yang hancur sepenuhnya.
SELURUH wilayah ibu kota Sri Lanka terendam banjir, kemarin, setelah siklon kuat memicu hujan lebat dan tanah longsor di seluruh pulau.
Sri Lanka dilanda banjir dan longsor dahsyat yang menewaskan lebih dari 330 orang. Pemerintah serukan darurat.
Menurut Pusat Manajemen Bencana (DMC), sedikitnya 193 orang tewas akibat hujan deras selama sepekan yang dipicu Siklon Ditwah, sementara 228 orang dinyatakan hilang.
Tujuh biksu Buddha, termasuk tiga warga asing, tewas setelah kereta kabel putus dan jatuh di Biara Hutan Na Uyana, Sri Lanka.
Tragedi hari Jumat tersebut adalah yang terburuk bagi Angkatan Udara Sri Lanka sejak pesawat Y-12 buatan Tiongkok jatuh di Haputale, 200 kilometer (125 mil) timur Kolombo, pada Januari 2020.
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved