Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ibu Kota Sri Lanka Terendam Banjir Tewaskan Hampir 200 Jiwa

Ferdian Ananda Majni
01/12/2025 08:13
Ibu Kota Sri Lanka Terendam Banjir Tewaskan Hampir 200 Jiwa
Banjir Sri Lanka.(Al Jazeera)

SELURUH wilayah ibu kota Sri Lanka terendam banjir, kemarin, setelah siklon kuat memicu hujan lebat dan tanah longsor di seluruh pulau. Pihak berwenang melaporkan hampir 200 orang tewas dan puluhan lain hilang.

Para pejabat mengatakan tingkat kerusakan paling parah berada di wilayah tengah negara. Ini baru terungkap ketika para petugas bantuan membersihkan jalan-jalan yang terhalang pohon tumbang dan tanah longsor.

Pusat Manajemen Bencana (DMC) mengatakan setidaknya 193 orang tewas setelah seminggu hujan lebat yang disebabkan Siklon Ditwah dan 228 orang hilang. Bagian utara Kolombo terendam banjir karena permukaan air di Sungai Kelani naik dengan cepat.

"Meskipun siklon telah meninggalkan kita, hujan lebat di hulu kini membanjiri daerah dataran rendah di sepanjang tepian Sungai Kelani," kata seorang pejabat DMC. Siklon Ditwah bergerak menjauh menuju India pada Sabtu.

Selvi, 46, warga Wennawatte, pinggiran kota Kolombo, meninggalkan rumahnya yang terendam banjir, kemarin. Ia membawa empat tas berisi pakaian dan barang berharga.

"Rumah saya benar-benar terendam banjir. Saya tidak tahu harus ke mana, tetapi saya berharap ada tempat berlindung yang aman agar saya bisa membawa keluarga saya," katanya kepada AFP.

Ketinggian air di kota Manampitiya, sekitar 250 kilometer timur laut Kolombo, sedang surut. Ini menunjukkan kerusakan besar.

"Manampitiya kota yang rawan banjir, tetapi saya belum pernah melihat volume air sebesar ini," kata S. Sivanandan, warga berusia 72 tahun. Ia mengatakan kepada portal lokal News Centre bahwa bisnis dan properti telah rusak parah. Satu mobil terbalik tepat di depan tokonya. 

Meskipun jumlah korban luka relatif kecil, Layanan Transfusi Darah Nasional mengatakan pihaknya memiliki suplai sangat sedikit. Kepala bank darah, Lakshman Edirisinghe, mengatakan kebutuhan harian mereka sekitar 1.500 kantong darah, tetapi gangguan akibat cuaca telah mengurangi pasokan menjadi hanya 236 unit pada Sabtu (29/11).

"Karena banjir dan hujan lebat, kami tidak dapat melakukan kegiatan keliling untuk mengambil darah," ujarnya kepada wartawan di Kolombo. "Kami mengimbau para pendonor untuk mengunjungi bank darah terdekat."

Organisasi Penelitian Bangunan Nasional, yang memantau stabilitas lereng bukit, mengatakan terdapat risiko tinggi tanah longsor lebih lanjut karena lereng gunung masih tergenang air hujan. Presiden Anura Kumara Dissanayake mengumumkan keadaan darurat pada Sabtu untuk menangani dampak siklon dan meminta bantuan internasional.

India menjadi yang pertama merespons permintaan itu. Negeri itu mengirimkan pasokan bantuan dan dua helikopter beserta awaknya untuk melaksanakan misi penyelamatan. Dua helikopter lagi dijadwalkan bergabung. 

Pakistan juga mengirimkan tim penyelamat, menurut Angkatan Udara Sri Lanka. Jepang mengatakan akan mengirimkan tim untuk menilai kebutuhan mendesak dan menjanjikan bantuan lebih lanjut.

Cuaca ekstrem menghancurkan lebih dari 25.000 rumah dan mengirim 147.000 orang ke tempat penampungan sementara yang dikelola pemerintah. Sebanyak 968.000 orang lain membutuhkan bantuan setelah mengungsi akibat banjir.

Pasukan dari angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara dikerahkan bersama pekerja sipil dan relawan untuk membantu upaya bantuan. Siklon ini merupakan bencana alam paling mematikan di Sri Lanka sejak 2017, ketika banjir dan tanah longsor merenggut lebih dari 200 nyawa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi. Banjir terburuk sejak pergantian abad terjadi pada Juni 2003, ketika 254 orang tewas. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik