Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Korban Tewas Banjir Sri Lanka Tembus 618 Orang

Ferdian Ananda Majni
07/12/2025 22:41
Korban Tewas Banjir Sri Lanka Tembus 618 Orang
Ilustrasi.(AFP)

JUMLAH korban meninggal akibat banjir dan longsor di Sri Lanka kembali meningkat menjadi 618 orang hingga Minggu (7/12). 

Pusat Manajemen Bencana (DMC) melaporkan bahwa 464 korban berasal dari wilayah tengah, kawasan utama penghasil teh di negara tersebut. Sementara itu, sedikitnya 209 orang masih dilaporkan hilang. 

Bencana ini juga merusak lebih dari 75 ribu rumah termasuk hampir 5 ribu unit yang hancur sepenuhnya.

"Jumlah orang di kamp pengungsian yang dikelola negara telah turun menjadi 100 ribu dari puncaknya yang mencapai 225 ribu jiwa ketika banjir surut di seluruh pulau pada hari Minggu," kata DMC dalam keterangan mereka dikutip AFP, Minggu (7/12).

Upaya penyaluran bantuan terus dilakukan melalui helikopter dan pesawat. Angkatan Udara Sri Lanka menyampaikan telah menerima satu pesawat berisi bantuan kemanusiaan dari Myanmar pada Minggu.

Pemerintah Sri Lanka sebelumnya mengumumkan paket kompensasi besar pada Jumat (5/12) untuk mendukung pembangunan kembali rumah dan pemulihan usaha yang rusak akibat bencana. Seorang pejabat senior memperkirakan total biaya pemulihan dapat mencapai US$7 miliar.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga menegaskan sedang meninjau permintaan Sri Lanka untuk tambahan US$200 juta guna mempercepat proses rekonstruksi. 

Dana ini akan melengkapi pencairan US$347 juta yang dijadwalkan akhir bulan ini sebagai bagian dari paket talangan US$2,9 miliar yang disepakati sejak 2023.

Kementerian Keuangan Sri Lanka menambahkan bahwa para penyintas akan menerima bantuan hingga 10 juta rupee atau US$33 ribu untuk membeli tanah di kawasan yang lebih aman dan membangun rumah baru. 

Pemerintah juga menyiapkan satu juta rupee sebagai kompensasi bagi setiap korban meninggal dunia maupun penyintas dengan cacat permanen. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya