Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
JUVENTUS membutuhkan keajaiban besar untuk menyelamatkan muka mereka di ajang Liga Champions saat menjamu Galatasaray pada laga leg kedua babak play-off di Turin, Kamis (26/2).
Kekalahan telak 2-5 di Istanbul pekan lalu membuat 'Si Nyonya Tua' berada di tepi jurang eliminasi, sementara tim tamu asal Turki tersebut menjadi favorit kuat untuk melenggang ke babak 16 besar.
Harapan pendukung Juventus sempat melambung saat Teun Koopmeiners mencetak dua gol untuk membalikkan keunggulan awal Galatasaray pada pertemuan pertama.
Namun, malam di Istanbul itu justru berakhir menjadi salah satu tragedi terburuk klub di kompetisi Eropa.
Skuat asuhan Luciano Spalletti hancur di bawah tekanan babak kedua yang timpang, diperparah kartu merah pemain pengganti Juan Cabal dan keganasan Noa Lang yang mencetak dua gol.
Hasil itu menjadi kali kedua sepanjang sejarah Bianconeri kebobolan lima gol atau lebih di kompetisi UEFA sejak kalah dari Wiener Sport-Club pada 1958-1959.
Beban sejarah kini menghimpit pundak Juventus. Dari 49 tim yang menelan kekalahan dengan selisih minimal tiga gol pada leg pertama Liga Champions, tercatat hanya empat tim yang mampu membalikkan keadaan.
Situasi itu semakin pelik mengingat Juventus tengah didera krisis internal setelah menelan kekalahan di laga Derby d’Italia melawan Inter Milan dan dipermalukan Como di kompetisi domestik.
Kekalahan 0-2 dari pesaing empat besar pada Sabtu lalu juga memutus rekor tak terkalahkan Juventus di kandang sendiri pada ajang Serie A.
Performa musim ini menjadi yang terburuk bagi Juventus sejak 2011 dengan raihan hanya 46 poin sejauh ini. Spalletti mengakui timnya kehilangan identitas dan kohesi di lapangan. Ia menuntut anak asuhnya segera mengambil inisiatif untuk menyelamatkan harga diri klub.
"Kualitas yang kami miliki belum hilang, namun saat ini sulit untuk dikenali. Kami kekurangan kekompakan dan kegigihan," ujar Spalletti dikutip dari laman resmi klub.
Di kubu lawan, Galatasaray datang dengan kepercayaan diri tinggi meski baru saja menelan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Konyaspor di liga domestik.
Kemenangan besar di Istanbul, yang bertepatan dengan laga ke-200 mereka di kompetisi elite Eropa, menjadi modal berharga bagi tim asuhan Okan Buruk.
Galatasaray memiliki rekor mentereng dengan selalu lolos dalam 11 kesempatan di kompetisi UEFA saat memenangi leg pertama dengan selisih tiga gol atau lebih.
Meski memiliki lini serang mematikan yang dihuni Victor Osimhen dan Mauro Icardi, Galatasaray memiliki titik lemah dalam laga tandang. Klub berjuluk Cimbom tersebut tercatat kalah dalam 71 persen pertandingan tandang mereka di Liga Champions.
Celah kecil inilah yang menjadi satu-satunya sandaran bagi Juventus untuk mengincar kemenangan pertama atas Galatasaray dalam 22 tahun terakhir, sekaligus mencoba memburu tiket babak 16 besar yang sudah di depan mata tim tamu. (E-4)
PSG dijadwalkan menjamu Liverpool di Parc des Princes pada Rabu (8/4), sebelum bertandang ke Anfield untuk LAGA leg kedua pada Selasa (14/4).
JUVENTUS harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 saat laga Juventus vs Sassuolo di Stadion Allianz, di Liga Champions
STRIKER Bayern Muenchen Harry Kane menilai perubahan besar yang terjadi di klub Bavaria musim ini tak lepas dari sentuhan pelatih Vincent Kompany.
Noa Lang mengalami cedera parah pada ibu jari tangan kanannya akibat benturan keras dengan papan iklan di Stadion Anfield di laga leg kedua Liga Champions.
Pertemuan antara Real Madrid dan Bayern Munchen menjadi sorotan utama, mengingat keduanya merupakan tim dengan koleksi trofi terbanyak yang tersisa di kompetisi ini.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, mengungkapkan bahwa faktor utama di balik keruntuhan timnya adalah kondisi fisik sang penyerang andalan, Victor Osimhen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved