Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Juventus vs Galatasaray: Spalletti Murka Juventus "Mundur Tiga Langkah" di Istanbul

Thalatie K Yani
18/2/2026 04:16
Juventus vs Galatasaray: Spalletti Murka Juventus
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meradang setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions. (Juventus FC)

PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah melihat anak asuhnya luluh lantak 2-5 di tangan Galatasaray pada laga play-off Liga Champions. Sempat memimpin di babak pertama, performa Bianconeri justru runtuh secara tragis selepas jeda.

Dua gol dari Teun Koopmeiners sebenarnya sempat membawa Juventus unggul 2-1 saat turun minum, membalas gol cepat Gabriel Sara. Namun, petaka dimulai ketika Juan Cabal masuk menggantikan Andrea Cambiaso yang sudah mengantongi kartu kuning. Alih-alih memperkuat pertahanan, Cabal justru melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol, sebelum akhirnya diusir keluar lapangan karena kartu merah.

Evaluasi Pedas Spalletti

Berbicara kepada Sky Sport Italia, Spalletti mengakui timnya mengalami penurunan karakter yang sangat drastis.

"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba kembali ke bentuk semula dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar kehilangan karakter," ujar Spalletti. "Ini bukan lagi mundur satu langkah, tapi kami mundur tiga langkah malam ini."

Terkait keputusannya menarik keluar Cambiaso, Spalletti membela langkah tersebut sebagai tindakan preventif. Namun, ia menyayangkan kurangnya kewaspadaan pemain lain terhadap situasi berbahaya di lapangan. "Sangat jelas Cambiaso berisiko mendapat kartu kuning kedua... Namun, kami justru menerima dua kartu kuning lagi dalam 15 menit awal, lalu merusak diri sendiri karena tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut."

Pertahanan yang Rapuh

Kekalahan telak ini kembali memicu pertanyaan soal rapuhnya lini belakang Juventus di kompetisi Eropa. Spalletti berargumen bahwa cara terbaik bagi Juventus untuk bertahan adalah dengan terus menyerang. Namun, ia mengakui timnya saat ini tidak memiliki profil pemain yang cocok untuk bermain bertahan total atau melakukan gerendel (barricade).

"Jika kami memasang barikade dan mengandalkan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu. Kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun lewat," tuturnya.

Ia juga menyoroti gol-gol Galatasaray yang lahir dari kesalahan pemainnya dalam mengalirkan bola dari belakang. Meski menyukai permainan operan pendek, Spalletti meminta pemainnya lebih pragmatis. "Saya ingin mereka memainkan bola dalam situasi normal, tetapi ketika ada bahaya ekstrem, buang saja bolanya."

Misi Mustahil di Leg Kedua

Kekalahan 2-5 ini membuat Juventus harus menang dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua di Turin untuk setidaknya memaksakan babak perpanjangan waktu. Spalletti menegaskan bahwa timnya memikul tanggung jawab besar kepada fans dan klub untuk melakukan comeback.

"Tentu saja kami akan mencoba mendaki gunung itu (misi sulit). Mulai sekarang, tidak ada gunanya bicara banyak jika tidak dibarengi dengan tindakan," tegas sang pelatih.

Kabar buruk lainnya bagi Juventus adalah kondisi Gleison Bremer yang ditarik keluar karena masalah otot. Tim medis masih akan mengevaluasi sejauh mana cedera sang bek tengah sebelum menentukan ketersediaannya di laga-laga mendatang. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya