Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Juventus, Luciano Spalletti, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah melihat anak asuhnya luluh lantak 2-5 di tangan Galatasaray pada laga play-off Liga Champions. Sempat memimpin di babak pertama, performa Bianconeri justru runtuh secara tragis selepas jeda.
Dua gol dari Teun Koopmeiners sebenarnya sempat membawa Juventus unggul 2-1 saat turun minum, membalas gol cepat Gabriel Sara. Namun, petaka dimulai ketika Juan Cabal masuk menggantikan Andrea Cambiaso yang sudah mengantongi kartu kuning. Alih-alih memperkuat pertahanan, Cabal justru melakukan dua kesalahan fatal yang berujung gol, sebelum akhirnya diusir keluar lapangan karena kartu merah.
Berbicara kepada Sky Sport Italia, Spalletti mengakui timnya mengalami penurunan karakter yang sangat drastis.
"Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba kembali ke bentuk semula dan mengubah beberapa hal, tetapi kami benar-benar kehilangan karakter," ujar Spalletti. "Ini bukan lagi mundur satu langkah, tapi kami mundur tiga langkah malam ini."
Terkait keputusannya menarik keluar Cambiaso, Spalletti membela langkah tersebut sebagai tindakan preventif. Namun, ia menyayangkan kurangnya kewaspadaan pemain lain terhadap situasi berbahaya di lapangan. "Sangat jelas Cambiaso berisiko mendapat kartu kuning kedua... Namun, kami justru menerima dua kartu kuning lagi dalam 15 menit awal, lalu merusak diri sendiri karena tidak mengenali bahaya dalam situasi tersebut."
Kekalahan telak ini kembali memicu pertanyaan soal rapuhnya lini belakang Juventus di kompetisi Eropa. Spalletti berargumen bahwa cara terbaik bagi Juventus untuk bertahan adalah dengan terus menyerang. Namun, ia mengakui timnya saat ini tidak memiliki profil pemain yang cocok untuk bermain bertahan total atau melakukan gerendel (barricade).
"Jika kami memasang barikade dan mengandalkan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu. Kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun lewat," tuturnya.
Ia juga menyoroti gol-gol Galatasaray yang lahir dari kesalahan pemainnya dalam mengalirkan bola dari belakang. Meski menyukai permainan operan pendek, Spalletti meminta pemainnya lebih pragmatis. "Saya ingin mereka memainkan bola dalam situasi normal, tetapi ketika ada bahaya ekstrem, buang saja bolanya."
Kekalahan 2-5 ini membuat Juventus harus menang dengan selisih minimal tiga gol pada leg kedua di Turin untuk setidaknya memaksakan babak perpanjangan waktu. Spalletti menegaskan bahwa timnya memikul tanggung jawab besar kepada fans dan klub untuk melakukan comeback.
"Tentu saja kami akan mencoba mendaki gunung itu (misi sulit). Mulai sekarang, tidak ada gunanya bicara banyak jika tidak dibarengi dengan tindakan," tegas sang pelatih.
Kabar buruk lainnya bagi Juventus adalah kondisi Gleison Bremer yang ditarik keluar karena masalah otot. Tim medis masih akan mengevaluasi sejauh mana cedera sang bek tengah sebelum menentukan ketersediaannya di laga-laga mendatang. (Football-Italia/Z-2)
Teun Koopmeiners mencetak brace perdana di Liga Champions, namun Juventus justru dibantai 5-2 oleh Galatasaray.
Juventus menelan kekalahan pahit 2-5 dari Galatasaray di leg pertama play-off Liga Champions. Brace Koopmeiners tak cukup membendung performa buruk lini belakang Juve.
Juventus vs Galatasaray di playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. Spalletti targetkan hasil positif di Istanbul usai kalah dari Inter.
Laga Benfica vs Real Madrid sempat dihentikan 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasis.
Borussia Dortmund sukses mengalahkan Atalanta 2-0 pada leg pertama play-off Liga Champions. Gol Serhou Guirassy dan Maximilian Beier jadi pembeda di Signal Iduna Park.
Sempat tertinggal dua gol dan kehilangan Ousmane Dembele, PSG bangkit berkat brace Desire Doue.
Kemenangan 5-2 Galatasaray atas Juventus memecahkan berbagai rekor bersejarah. Mulai dari rekor Noa Lang hingga dominasi absolut atas wakil Italia di Istanbul.
Real Madrid amankan kemenangan 1-0 atas Benfica lewat gol spektakuler Vinicius Jr. Laga diwarnai aksi rasisme, penghentian pertandingan, hingga pengusiran Jose Mourinho.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, bongkar rahasia kemenangan telak atas Juventus di Liga Champions. Simak instruksi ruang ganti yang ubah ketertinggalan jadi pesta gol.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved