Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Fiorentina Tumbang dari Cagliari, Paolo Vanoli: Pelajaran Pahit di Tengah Duka

Thalatie K Yani
25/1/2026 05:04
Fiorentina Tumbang dari Cagliari, Paolo Vanoli: Pelajaran Pahit di Tengah Duka
Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, kecewa berat setelah timnya kalah 1-2 dari Cagliari. (Fiorentina)

TREN positif Fiorentina harus terhenti secara menyakitkan di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Cagliari di Stadio Artemio Franchi, tim berjuluk La Viola itu dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-2. Kekalahan ini terasa kian getir karena terjadi di tengah suasana duka pasca berpulangnya Presiden klub, Rocco Commisso.

Padahal, Fiorentina menatap laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah tak terkalahkan dalam empat laga terakhir, termasuk kemenangan impresif atas Bologna. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Meski mendominasi penguasaan bola dan melepaskan lebih dari 40 umpan silang, serangan Fiorentina dinilai terlalu lambat dan mudah diprediksi.

Rapuh di Lini Belakang

Cagliari tampil efektif dengan mengandalkan serangan balik kilat. Semih Kilicsoy dan Marco Palestra berkali-kali menghukum kelengahan lini belakang tuan rumah. Fiorentina baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui sontekan Marco Brescianini di pengujung laga, namun gol tersebut sudah terlambat untuk mengubah keadaan.

Pelatih Fiorentina, Paolo Vanoli, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyebut timnya tampil penuh keraguan dan kurang berani dalam mengambil keputusan.

"Kami seharusnya marah. Kami masih harus mencari tahu bagaimana menghadapi pertandingan jenis ini. Kami tidak boleh kebobolan dua gol seperti itu dan membuang permainan begitu saja. Kami terlalu lambat dan takut saat membuat pilihan. Saya kecewa, ini adalah pertandingan penting. Ini bisa menjadi pelajaran berharga, asalkan kami mau mempelajarinya," ujar Vanoli kepada DAZN Italia.

Masalah Mentalitas dan Fokus

Vanoli menegaskan bahwa kemenangan di laga-laga sebelumnya jangan sampai membuat para pemain terlena. Pasalnya, Fiorentina masih berada dalam posisi yang belum aman di papan klasemen. Ia menyoroti kegagalan timnya mendulang poin penuh saat bertemu sesama tim papan bawah.

"Sejak saya tiba, saya katakan kepada para pemain untuk tidak menipu diri sendiri saat meraih hasil positif, karena posisi kita masih sangat buruk. Secara mentalitas, ini bisa menjadi pelajaran, karena dalam duel langsung melawan tim-tim di papan bawah inilah kami justru kehilangan poin," tambahnya.

Debut Pemain Baru dan Kondisi Moise Kean

Laga ini juga menjadi panggung debut bagi dua rekrutan anyar, Jack Harrison dan Giovanni Fabbian. Fabbian masuk di babak kedua menggantikan Rolando Mandragora untuk menambah daya gedor, sebuah keputusan taktis yang diambil Vanoli untuk memecah kebuntuan.

Terkait absennya bomber andalan Moise Kean, Vanoli menjelaskan sang pemain harus menepi karena cedera pergelangan kaki.

"Moise sempat bermain beberapa kali dengan suntikan penghilang rasa sakit, jadi kami harus menanganinya dengan benar. Tapi dia akan segera kembali," pungkas Vanoli.

Kini, Fiorentina harus segera memulihkan mental mereka. Jadwal padat telah menanti, di mana La Viola harus membagi fokus antara kompetisi Coppa Italia dan perjuangan memperbaiki posisi di Serie A. (football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya