Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Fans Chelsea Terbelah, Nama Liam Rosenior Dianggap 'Kurang Besar' untuk The Blues

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 16:12
Fans Chelsea Terbelah, Nama Liam Rosenior Dianggap 'Kurang Besar' untuk The Blues
PELATIH Chelsea, Liam Rosenior.(Dok. Instagram Chelsea)

KEPUTUSAN manajemen Chelsea menunjuk Liam Rosenior sebagai pelatih kepala baru pengganti Enzo Maresca memicu gelombang reaksi di media sosial. Meski diikat kontrak jangka panjang hingga 2032, mayoritas pendukung The Blues—termasuk basis fans di Indonesia—menyuarakan keraguan terhadap kapasitas pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Di jagat maya, tagar terkait Chelsea dipenuhi komentar skeptis. Fans menilai profil Rosenior yang sebelumnya "hanya" menangani Hull City dan RC Strasbourg (klub saudara Chelsea di bawah naungan BlueCo) dinilai kurang sepadan dengan ambisi klub yang ingin kembali mendominasi Eropa. Nama Rosenior dianggap "kurang mewah" jika dibandingkan dengan pelatih elit yang sempat didambakan fans seperti Zinedine Zidane atau kembalinya Thomas Tuchel.

Cap 'Orang Dalam' BlueCo

Kritik utama yang dilontarkan fans, khususnya di platform X (Twitter), menyoroti minimnya pengalaman Liam Rosenior di level tertinggi Liga Primer Inggris. Banyak yang menuding penunjukan ini lebih didasari oleh koneksi "orang dalam" karena Rosenior berasal dari Strasbourg, klub yang juga dimiliki oleh konsorsium BlueCo pimpinan Todd Boehly.

"Chelsea butuh pelatih teruji yang bisa langsung memberikan trofi, bukan tempat magang untuk pelatih dari klub satelit," tulis salah satu akun fansbase Chelsea Indonesia yang ramai ditanggapi netizen.

Alasan Manajemen: Visi Jangka Panjang

Meski diragukan fans, manajemen Chelsea memiliki alasan kuat. Rosenior dinilai sukses membawa Strasbourg lolos ke kompetisi Eropa (Conference League) untuk pertama kalinya dalam 19 tahun pada musim lalu. Statistiknya dalam mengembangkan pemain muda—seperti yang ia lakukan pada Emmanuel Emegha—dianggap sangat selaras dengan visi skuad muda Chelsea saat ini.

Dalam pernyataan resminya, Rosenior mengaku siap menjawab keraguan tersebut. "Saya mengerti ekspektasi di sini sangat tinggi. Tugas saya adalah membuktikan lewat performa di lapangan, bukan sekadar nama besar," tegasnya.

Rosenior dijadwalkan akan melakoni debutnya di pinggir lapangan saat Chelsea menghadapi Charlton Athletic di ajang FA Cup akhir pekan ini, setelah sebelumnya hanya memantau dari tribun saat laga melawan Fulham. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik