Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Di Balik Keraguan Fans: Inilah Prestasi Nyata Liam Rosenior yang Memikat Chelsea

Putri Rosmalia Octaviyani
08/1/2026 16:18
Di Balik Keraguan Fans: Inilah Prestasi Nyata Liam Rosenior yang Memikat Chelsea
PELATIH Chelsea, Liam Rosenior.(Dok. Instagram Chelsea)

PENUNJUKAN Liam Rosenior sebagai pelatih kepala Chelsea mungkin mengejutkan banyak pihak, namun data menunjukkan grafik karier pelatih berusia 41 tahun ini sedang menanjak tajam. Di balik keraguan fans yang menilainya "kurang pengalaman", Liam Rosenior menyimpan portofolio taktis yang selaras dengan visi jangka panjang The Blues.

Berikut adalah bedah prestasi dan rekam jejak Liam Rosenior sebelum mendarat di Stamford Bridge:

1. Transformasi Instan di RC Strasbourg (2024-2026)

Prestasi paling mentereng pelatih Chelsea Liam Rosenior adalah kesuksesannya di Prancis bersama RC Strasbourg, klub saudara Chelsea di bawah naungan BlueCo.

  • Lolos Eropa (2024/25): Di musim penuh pertamanya, Rosenior membawa Strasbourg finis di peringkat ke-7 Ligue 1. Ini mengamankan tiket ke UEFA Conference League, prestasi Eropa pertama klub tersebut dalam 19 tahun terakhir.
  • Rekor Eropa (2025/26): Sebelum pindah ke Chelsea, ia meninggalkan Strasbourg dalam posisi kuat di fase grup Conference League, termasuk mencatatkan kemenangan impresif atas tim-tim mapan dan memuncaki klasemen grup dengan 16 poin dari 6 laga.
  • Pengembangan Pemuda: Ia sukses memoles talenta muda seperti Emmanuel Emegha menjadi mesin gol, serta memberi debut pada banyak pemain U-23, sesuai dengan cetak biru skuad muda Chelsea saat ini.

2. Membangun Fondasi Hull City (2022-2024)

Sebelum ke Prancis, Rosenior menunjukkan tangan dinginnya di divisi dua Inggris, Championship, bersama Hull City.

  • Penyelamat Degradasi: Saat mengambil alih pada November 2022, Hull berada di bibir jurang degradasi (posisi 21). Ia berhasil menstabilkan tim dan finis nyaman di papan tengah (posisi 15).
  • Nyaris Play-off: Musim 2023/24 menjadi bukti konsistensinya. Hull City finis di peringkat ke-7, hanya terpaut 3 poin dari zona play-off promosi ke Premier League. Pemecatannya saat itu justru memicu kemarahan fans Hull yang menilai keputusan pemilik klub tidak adil.

3. Filosofi "Modern Football"

Bukan hanya hasil akhir, cara bermain tim asuhan Liam Rosenior menjadi nilai jual utamanya. Statistik mencatat:

Aspek Taktis Keterangan
Build-up Play Berani membangun serangan dari kiper dan bek, mirip gaya Roberto De Zerbi.
Fleksibilitas Kerap berganti formasi antara 4-2-3-1 dan 3-4-2-1 menyesuaikan lawan.
High Pressing Strasbourg tercatat sebagai salah satu tim dengan intensitas pressing tertinggi di Ligue 1 musim lalu.

(H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik