Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Guardiola Sesalkan Buruknya Penyelesaian City usai Ditahan Imbang Sunderland

Khoerun Nadif Rahmat
02/1/2026 13:38
Guardiola Sesalkan Buruknya Penyelesaian City usai Ditahan Imbang Sunderland
Pep Guardiola.(AFP/OLI SCARFF)

AMBISI Manchester City untuk terus menempel ketat Arsenal di puncak klasemen Liga Primer Inggris menemui tembok tebal. Skuad asuhan Pep Guardiola dipaksa pulang dengan satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh tim promosi, Sunderland, di Stadium of Light, Jumat (2/1).

Hasil imbang itu menjadi antiklimaks bagi the Citizens yang datang dengan modal delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Dominasi permainan yang ditunjukkan City seolah menjadi sia-sia akibat buruknya penyelesaian akhir. Sejumlah peluang emas yang didapat Savinho, Josko Gvardiol, hingga Erling Haaland gagal dikonversi menjadi gol.

Pelatih City, Pep Guardiola, tidak menyembunyikan kekecewaannya atas ketumpulan lini depan timnya. Ia menyoroti kegagalan para pemainnya dalam memanfaatkan situasi di mulut gawang lawan.

"Jumlah peluang yang kami buang di kotak penalti, padahal bukan peluang yang sulit, sangat merugikan. Kami menciptakan cukup banyak kesempatan, terutama di babak kedua, namun sayangnya tidak ada yang berbuah gol," kata Guardiola dikutip dari AFP.

Tambahan satu poin itu membuat City yang tertahan di peringkat kedua kini tertinggal empat poin dari Arsenal. Padahal, kemenangan seharusnya bisa memangkas jarak menjadi dua poin.

Permainan City baru terlihat hidup di babak kedua, terutama setelah masuknya Rodri menggantikan peran di lini tengah. Gelandang asal Spanyol yang baru pulih dari cedera panjang sejak November itu memberikan dimensi serangan yang lebih tajam bagi City. 

Namun, disiplinnya lini pertahanan Sunderland serta ketangguhan fisik mereka membuat skor kacamata bertahan hingga peluit panjang.

Sunderland sendiri membuktikan diri sebagai tim yang sulit ditaklukkan di kandang. Hasil tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang menjadi 10 pertandingan liga sejak promosi dari Championship.

Meski merasa terpukul, Guardiola meminta anak asuhnya untuk tidak berlarut dalam kekecewaan. City dituntut segera memulihkan mentalitas mereka karena jadwal padat telah menanti.

"Para pemain sedikit tertunduk, tapi kami harus segera bangkit. Dalam tiga hari ke depan, kami akan menghadapi laga sulit melawan Chelsea di Etihad," kata Guardiola.

Laga melawan Chelsea pada Senin (5/1) mendatang akan menjadi ujian krusial bagi konsistensi City dalam perburuan gelar, terlebih sang lawan baru saja mengalami guncangan internal pasca-pemecatan manajer Enzo Maresca. (I-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya