Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Angola di ajang Africa Cup of Nations (AFCON) kini berada di titik kritis. Skuad asuhan Patrice Beaumelle terancam gugur prematur setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Mesir dalam laga krusial penyisihan grup. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Angola yang hanya memetik tiga kemenangan dari 11 pertandingan kompetitif terakhir mereka.
Mesir memasuki pertandingan dengan kondisi yang jauh lebih santai. Mengingat tiket babak 16 besar sudah berada di tangan, pelatih Mesir memilih melakukan rotasi besar-besaran dan mengistirahatkan para pemain bintangnya. Sebaliknya, bagi Angola, laga ini adalah pertaruhan hidup dan mati demi menjaga harapan lolos ke fase gugur.
Jalannya Pertandingan Meski tampil dengan tim pelapis, Mesir tetap memberikan ancaman serius di babak pertama. Peluang emas pertama lahir lewat aksi akrobatik Mostafa Mohamed. Tendangan salto Mohamed mengarah tepat ke kepala Hossam Abdelmaguid, namun sundulannya masih melebar tipis dari tiang gawang.
Angola tidak tinggal diam dan mencoba membalas. Peluang terbaik mereka di paruh pertama datang dari Chico Banza yang berhasil menembus lini pertahanan Mesir yang tampil dengan wajah baru. Sayangnya, penyelesaian akhir Banza masih belum sempurna, bola hanya bergulir pelan di samping gawang.
Memasuki babak kedua, Angola meningkatkan intensitas serangan. Tim berjuluk Diabos Vermelhos ini sempat melayangkan protes keras kepada wasit ketika Banza dijatuhkan Ahmed Eid di dalam kotak penalti. Namun, wasit tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran dan meminta laga tetap dilanjutkan.
Keberuntungan seolah menjauh dari Angola ketika eksekusi tendangan bebas Fredy hanya membentur tiang gawang, sementara kiper Mesir, Oufa Shobeir, sudah mati langkah. Di menit-menit akhir, pemain pengganti M'Bala Nzola hampir saja menjadi pahlawan nasional. Lewat serangan sporadis, ia melepaskan tembakan keras yang sayangnya hanya mengenai sisi luar jaring gawang. Skor kacamata bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Peluang Keluar dari Lubang Jarum Hasil imbang ini membuat Angola mengoleksi dua poin dari tiga pertandingan. Meski secara matematis peluang lolos belum sepenuhnya tertutup, sejarah tidak memihak mereka. Jika gagal melaju, ini akan menjadi kali keempat Angola tersingkir di babak penyisihan grup dalam lima edisi AFCON terakhir.
Di sisi lain, Mesir melenggang mulus sebagai juara Grup B. Dengan kondisi pemain kunci yang bugar setelah diistirahatkan, The Pharaohs kini sepenuhnya fokus menatap babak 16 besar untuk memburu gelar juara benua hitam. (Flash Score/Z-2)
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Tim nasional Nigeria berhasil mengamankan medali perunggu Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menundukkan Mesir melalui drama adu penalti di Stadion Mohammed V, Casablanca, Sabtu (17/1/2026).
Mesir menjaga asa meraih gelar kedelapan AFCON usai membungkam Pantai Gading 3-2. Mohamed Salah cetak gol penentu, Pharaohs siap tantang Senegal di semifinal.
Duo maut Victor Osimhen dan Akor Adams bawa Nigeria ke semifinal AFCON 2025 usai jinakkan Aljazair. Super Eagles kini bersiap hadapi tuan rumah Maroko.
Pemerintah Senegal resmi menuntut penyelidikan internasional independen terkait dugaan korupsi di tubuh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Di tengah kekecewaan publik Senegal usai pencabutan gelar Piala Afrika, Idrissa Gueye justru menekankan bahwa ada hal yang jauh lebih berharga dibandingkan sekadar trofi juara.
Federasi sepak bola Senegal berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah gelar Piala Afrika mereka dicabut oleh Konfederasi sepak bola Afrika (CAF).
Mengenal CAF, induk organisasi sepak bola Afrika yang menyelenggarakan AFCON. Simak sejarah dan peran pentingnya dan alasan Senegal dicoret CAF, Maroko juara piala afrika
CAF melalui Dewan Banding secara resmi membatalkan kemenangan Senegal di final Piala Afrika atau AFCON 2026 dan menobatkan tuan rumah Maroko juara piala afrika
Kenapa Maroko juara AFCON 2025? Simak analisis mendalam putusan CAF yang membatalkan kemenangan Senegal dan menetapkan Maroko sebagai kampiun Piala Afrika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved