Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Guardiola Rayakan Laga ke 1000 dengan Kemenangan Telak atas Liverpool

Khoerun Nadif Rahmat
10/11/2025 07:08
Guardiola Rayakan Laga ke 1000 dengan Kemenangan Telak atas Liverpool
Pep Guardiola(Dok ist)

PEP Guardiola mencatat tonggak bersejarah dalam karier kepelatihannya dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Liverpool, Minggu (9/11) waktu setempat. 

Laga ke 1000 sepanjang kariernya itu menjadi penegasan bahwa sentuhan magis pelatih asal Spanyol itu belum pudar.

Dalam suasana hujan musim gugur di Manchester, Guardiola berdiri di tepi lapangan dengan senyum puas. 

Ia tahu, tak ada tempat yang lebih tepat untuk merayakan pencapaian itu selain di Stadion Etihad, markas klub yang telah ia ubah menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris sejak 2016.

Musim lalu, Manchester City kehilangan gelar Liga Primer setelah dominasi mereka dipatahkan Liverpool. Banyak yang menilai Guardiola mulai kehilangan kilau. Namun kemenangan telak atas tim asuhan Jurgen Klopp membantah anggapan itu.

City kini masih berada di bawah Arsenal yang unggul empat poin di puncak klasemen. Namun performa meyakinkan The Citizens membuat posisi Mikel Arteta, mantan asisten Guardiola di City, tak lagi sepenuhnya nyaman.

Meski kehilangan sejumlah pilar seperti Kevin De Bruyne, Kyle Walker, dan Ilkay Gundogan, serta beberapa rekrutan anyar yang belum konsisten, City mulai kembali menemukan ritmenya. 

Setelah sempat kalah dua kali dari tiga laga pembuka musim ini, mereka kini mencatat 11 kemenangan dari 14 pertandingan di semua kompetisi, dengan satu-satunya kekalahan datang dari Aston Villa.

Lebih dari sekadar hasil, performa City melawan Liverpool memperlihatkan kendali penuh mereka atas permainan. 

Erling Haaland tampil menakutkan, Phil Foden kembali menunjukkan ketajamannya, sementara Jeremy Doku memukau publik Etihad dengan gol indah yang menutup pesta tiga gol City.

Kemenangan tersebut juga terasa istimewa karena diraih tanpa gelandang andalan Rodri yang masih absen. “Saya hanya ingin berterima kasih kepada para pemain dan staf. Bangga bisa melakukannya di Manchester bersama City,” ujar Guardiola dikutip dari CNA. 

“Sekarang saatnya beristirahat dan kembali dengan energi baru.”

Sejak memulai karier kepelatihannya bersama tim Barcelona B pada 2007, Guardiola telah mengoleksi 12 gelar liga, tiga trofi Liga Champions, dan puluhan gelar lainnya bersama Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City. Ia mengakui, masa awal di Barcelona menjadi fondasi bagi kesuksesan kariernya.

“Saya pikir masa saya di Barcelona B adalah dasar dari banyak hal. Di sana saya belajar banyak dan menyadari kemampuan saya melatih. Saya tidak akan pernah melupakan para pemain di musim pertama itu. Momen ini sangat spesial, terlebih bisa mencapainya di depan keluarga dan melawan Liverpool,” katanya.

Guardiola optimistis dengan arah timnya musim ini. Ia menilai, konsistensi dan perkembangan tim dari bulan ke bulan akan menjadi kunci menuju gelar juara.

“Tim yang menjuarai Liga Primer adalah tim yang terus tumbuh setiap bulan. Saya katakan kepada para pemain, jangan bermain demi hasil Arsenal. Lakukan untuk diri kalian sendiri, lawan juara bertahan, dan buktikan kita masih mampu bersaing. Hari ini, saya rasa kami membuktikannya,” sebutnya. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya