Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara mengenai kritik terhadap program naturalisasi pemain timnas Indonesia yang belakangan mencuat kembali. Erick menyatakan cara tersebut dilakukan untuk perbaikan prestasi timnas.
Sebelumnya, mantan Dubes Indonesia untuk Polandia, Peter F Gontha, melayangkan kritik soal skuad timnas yang sekarang lebih banyak dihuni pemain naturalisasi. Erick Thohir memaklumi perbedaan pendapat. Namun, dia menegaskan naturalisasi dilakukan dengan cara terhormat karena pemain-pemain tersebut memiliki darah Indonesia.
"Saya rasa di era demokrasi, perbedaan pendapat itu sebuah hal yang maklum. Tetapi saya dari PSSI dan saya yakin pemerintah, kita harus punya target untuk perbaikan prestasi timnas. Cara-caranya pun terhormat karena aturan FIFA menjelaskan setiap negara boleh menaturalisasi semua pemain," kata Erick usai menyambangi Menteri Hukum dan HAM di kantor Kemenkumham, Jakarta, Kamis (19/9).
Baca juga : Calvin Verdonk Bisa Tampil Saat Indonesia Lawan Filipina
Aturan FIFA memang mengizinkan naturalisasi dengan syarat sudah menetap bermain di liga suatu negara selama lima tahun atau pemain yang memiliki pertalian darah.
Sepak bola global sekarang ini, imbuh Erick, tak terlepas dari naturalisasi. Erick mencontohkan tim-tim besar juga melakukannya dan semua diperbolehkan sesuai aturan FIFA. Dia mengambil contoh tim seperti Belanda, Prancis, bahkan Spanyol dan Italia juga menggunakan jasa pemain keturunan.
"Kita bisa lihat timnas Belanda sendiri banyak keturunan Suriname, timnas Prancis juga banyak pemain dari negara koloni mereka. Amerika Serikat sendiri banyak pemain yang nama belakangnya Spanyol. Timnas Spanyol juga pernah menaturalisasi pemain Diego Costa dari Brasil. Timnas Italia juga pernah menaturalisasi pemain Argentina," kata Erick.
Baca juga : Jay Idzes Resmi Jadi WNI
"Sepak bola itu merupakan event global dan semua terbuka menurut aturan FIFA. Pemain naturalisasi yaitu pemain yang bermain di liga selama lima tahun atau yang punya darah dari bapak/ibu atau kakek/nenek," kata Erick.
Erick menyampaikan langkah naturalisasi yang tengah dilakukan untuk membangun timnas mengumpulkan semua talenta terbaik yang ada di luar negeri. Pembentukan timnas, kata Erick, tidak berorientasi jangka pendek karena tim kelompok umur juga disiapkan.
"Kita bisa lihat U-19 kita yang juara Piala AFF dan U-17 kita yang peringkat tiga. Ini bagian komitmen bahwa yang namanya pembangunan timnas itu bukan dilihat dari sisi jangka pendek tetapi menengah dan panjang dan kita sudah siapkan talentanya" ucapnya.
(Z-9)
Langkah konkret di sektor kepemudaan akan diwujudkan melalui "Youth Camp" yang menjadi wadah sinergi seluruh program kepemudaan antara pusat dan daerah.
Cek jadwal lengkap FIFA Series 2026 di Jakarta! Timnas Indonesia tantang Saint Kitts dan Nevis di SUGBK. Simak persiapan skuad John Herdman di sini
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Data 2020-2025 menunjukkan sebagian besar permohonan WNA dan anak hasil perkawinan campuran ditolak, menegaskan nilai tinggi status WNI.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
BABAK kelima penyisihan Piala Dunia 2026 Grup Asia Kamis lalu bergulir.
Timnas Malaysia saat ini berada di puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia dengan 12 poin dari empat pertandingan.
FAM menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
Komite Banding FIFA kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding FAM dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved