Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR baik menghampiri sepak bola Malaysia. Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi memberikan penangguhan sementara atas sanksi larangan bertanding selama 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi para pemain dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Dengan adanya penangguhan ini, ketujuh pemain tersebut diizinkan untuk kembali merumput dan terlibat dalam seluruh aktivitas sepak bola profesional sembari menunggu putusan akhir dari proses banding di CAS.
Dalam pernyataan resminya melalui Facebook, Selasa (27/1), FAM mengonfirmasi status hukum terbaru para pemainnya tersebut.
“Keputusan ini berarti sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain tersebut ditangguhkan sementara, dan mereka diizinkan melanjutkan karir serta berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sepak bola hingga keputusan final atas banding di CAS ditetapkan,” tulis pernyataan resmi federasi.
Adapun tujuh pemain yang kini bisa kembali beraktivitas adalah Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Kasus ini bermula pada September tahun lalu ketika FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain tersebut serta FAM.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen yang dipalsukan untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Akibat pelanggaran tersebut, FIFA tidak hanya menghukum individu pemain, tetapi juga menjatuhkan denda finansial yang besar kepada FAM senilai 350.000 franc Swiss atau setara dengan Rp7,5 miliar.
Selain denda dan larangan bermain, FIFA turut membatalkan hasil tiga pertandingan internasional yang melibatkan Timnas Malaysia karena dianggap telah menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat (uneligible players).
Meski saat ini pemain mendapatkan lampu hijau untuk kembali ke lapangan, posisi FAM belum sepenuhnya aman. FIFA menyatakan akan tetap melakukan penyelidikan resmi terhadap operasional internal federasi guna mendalami bagaimana prosedur naturalisasi tersebut dilakukan.
Upaya banding ke CAS ini ditempuh FAM setelah sebelumnya permohonan keberatan mereka ditolak mentah-mentah oleh FIFA.
Kini, publik sepak bola Malaysia tinggal menunggu apakah putusan final CAS nantinya akan membatalkan sanksi secara permanen atau justru memperkuat keputusan FIFA sebelumnya.
Untuk sementara waktu, ketujuh pemain tersebut dapat bernapas lega dan melanjutkan karier mereka di atas rumput hijau. (Ant/Z-1)
Sanksi FIFA Malaysia: CAS berikan penangguhan sementara hukuman 7 pemain naturalisasi terkait skandal dokumen. Simak detail lengkapnya.
CAS menolak banding Federasi Senam Israel terkait keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Indonesia. Pemerintah Indonesia tak berikan visa bagi kontingen Israel
Federasi Senam Israel menggugat Indonesia ke CAS usai larangan tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta. Simak alasan lengkapnya di sini!
Keputusan CAS itu hadir sehari setelah Crystal Palace mengalahkan Liverpool melalui adu penalti untuk meraih gelar Community Shield di Wembley.
Pada Agustus 2024, Darwin Nunez diganjar skorsing lima pertandingan dan denda sebesar US$20 ribu oleh Conmebol karena terlibat dalam insiden dengan penonton di laga Copa America.
IGF meminta CAS memerintahkan FIG untuk mengambil langkah yang menjamin partisipasi atlet Israel dalam kejuaraan, atau sebagai alternatif, memindahkan atau membatalkan kejuaraan tersebut.
CAS menolak banding Federasi Senam Israel terkait keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Indonesia. Pemerintah Indonesia tak berikan visa bagi kontingen Israel
Keputusan CAS itu hadir sehari setelah Crystal Palace mengalahkan Liverpool melalui adu penalti untuk meraih gelar Community Shield di Wembley.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved