Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
AWAN kelabu yang menyelimuti sepak bola Negeri Jiran sedikit tersingkap. Tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia yang sebelumnya terjerat sanksi FIFA Malaysia akibat skandal administrasi, kini mendapatkan 'nyawa kedua' untuk kembali merumput.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) secara resmi memberikan lampu hijau berupa penangguhan sementara atas larangan bermain selama 12 bulan yang dijatuhkan FIFA. Keputusan ini menjadi angin segar di tengah badai krisis kredibilitas yang melanda Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Dalam pernyataan resminya pada Selasa, FAM mengonfirmasi bahwa keputusan CAS ini bersifat "provisional". Artinya, hukuman belum dicabut sepenuhnya, melainkan dibekukan hingga adanya putusan final yang mengikat (final award).
“Keputusan ini bermakna sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain tersebut ditangguhkan sementara. Mereka diizinkan melanjutkan karier serta berpartisipasi dalam seluruh kegiatan sepak bola hingga keputusan final atas banding di CAS ditetapkan,” tulis FAM dalam keterangan resminya.
Ketujuh pemain yang kini bisa kembali mengenakan sepatu bot mereka di kancah profesional adalah:
Kasus ini bermula dari investigasi FIFA pada September 2025 yang mengguncang Asia Tenggara. Induk organisasi sepak bola dunia tersebut menemukan indikasi kuat adanya manipulasi dokumen kewarganegaraan (paspor/garis keturunan) untuk memuluskan jalan ketujuh pemain tersebut membela Harimau Malaya.
Dugaan pelanggaran ini tercium saat kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam, di mana para pemain tersebut diturunkan meski dinilai tidak memenuhi syarat statuta FIFA (eligible). Akibatnya, FIFA menjatuhkan palu godam berupa:
Meskipun penangguhan dari CAS ini memberikan waktu bagi para pemain untuk kembali berkompetisi, posisi FAM masih sangat terjepit. FIFA telah menegaskan komitmennya untuk membongkar praktik administrasi internal FAM yang dinilai melanggar integritas olahraga.
Bagi publik sepak bola Malaysia, keputusan CAS ini hanyalah jeda babak pertama dalam pertarungan hukum yang panjang. Jika putusan akhir CAS nanti memperkuat sanksi FIFA, maka karier ketujuh pemain ini di level internasional bisa tamat, dan reputasi FAM akan semakin terpuruk di mata dunia. (Ant/Z-10)
FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss sedangkan masing-masing pemain dijatuhi denda 2.000 franc Swiss serta larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola selama setahun.
KONFEDERASI Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan polemik status kelayakan pemain naturalisasi Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA.
ASOSIASI Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain tim nasional.
PUTRA Mahkota Johor sekaligus pemilik Johor Darul Tazim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mempertanyakan keputusan mengejutkan FIFA yang menjatuhkan sanksi terhadap tim nasional Malaysia.
FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena palsukan dokumen pemain naturalisasi
FAM menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
Komite Banding FIFA kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding FAM dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
FIFA menyatakan FAM telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA 2025 terkait pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu yang melibatkan tujuh pemain kelahiran luar negeri.
FAM menilai sejumlah kesimpulan yang disampaikan FIFA tidak didukung bukti yang jelas.
FIFA mengungkap investigasi mereka terkait adanya praktik pemalsuan dokumen untuk memenuhi syarat naturalisasi para pemain Malaysia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved