Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH pemain naturalisasi yang terseret kasus pemalsuan administrasi Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap federasi tersebut. Keputusan itu muncul setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada mereka.
Mengutip laporan media Malaysia, Harian Metro, para pemain kini tengah berkonsultasi dengan tim hukum asing untuk menyiapkan gugatan.
“Dipahami bahwa pengacara luar negeri tengah berdiskusi dengan tujuh pemain tersebut untuk mempertimbangkan upaya hukum terhadap FAM atas kesalahan teknis yang sudah diakui oleh pihak asosiasi,” ujar seorang sumber kepada media itu.
Sumber tersebut menambahkan, keputusan untuk menempuh jalur hukum untuk meminta ganti rugi tidak mengejutkan mengingat sanksi tersebut berdampak langsung pada karier para pemain. Sejumlah di antaranya bahkan kehilangan kontrak setelah klub memutus kerja sama pascaskandal tersebut.
“Langkah menuntut kompensasi juga dimaksudkan untuk memulihkan nama baik mereka agar bisa mendapatkan klub baru setelah masa larangan berakhir,” lanjut sumber tersebut.
Kasus ini bermula pada September lalu ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi karena dugaan penggunaan dokumen palsu agar mereka bisa bermain di ajang kualifikasi Piala Asia 2027.
FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss sedangkan masing-masing pemain dijatuhi denda 2.000 franc Swiss serta larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola selama setahun sejak tanggal pemberitahuan.
Ketujuh pemain yang terlibat ialah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Mereka sempat tampil dalam laga kualifikasi melawan Vietnam pada Juni lalu sebelum FIFA menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran status kelayakan pemain.
FIFA menegaskan, FAM dan para pemain melanggar Pasal 22 Kode Disiplin yang mengatur soal pemalsuan dan rekayasa dokumen. FAM kemudian mengakui kesalahan teknis dalam proses pengajuan dokumen yang dilakukan oleh staf internal.
Namun, upaya banding FAM tak membuahkan hasil. Pada awal November, FIFA resmi menolak keberatan federasi Malaysia tersebut dan menegaskan seluruh sanksi tetap berlaku penuh. (H-2)
ASOSIASI Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain tim nasional.
PUTRA Mahkota Johor sekaligus pemilik Johor Darul Tazim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mempertanyakan keputusan mengejutkan FIFA yang menjatuhkan sanksi terhadap tim nasional Malaysia.
PELATIH timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menegaskan seluruh pemain di skuad Garuda mendapat kesempatan yang sama baik pemain lokal maupun naturalisasi.
Pernyataan anggota Komisi X DPR RI, Ahmad Dhani, mengenai konsep naturalisasi yang dianggap melecehkan perempuan karena menganggap perempuan hanya sebagai mesin reproduksi anak.
KETUA Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi keputusan DPR yang menyetujui pengajuan permohonan WNI pemain naturalisasi Ole Romeny. Ada dua pemain keturunan lain.
KONFEDERASI Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan polemik status kelayakan pemain naturalisasi Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA.
ASOSIASI Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan FIFA terkait dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain tim nasional.
PUTRA Mahkota Johor sekaligus pemilik Johor Darul Tazim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mempertanyakan keputusan mengejutkan FIFA yang menjatuhkan sanksi terhadap tim nasional Malaysia.
FIFA menjatuhkan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena palsukan dokumen pemain naturalisasi
Pemain naturalisasi yang baru bergabung dengan Timnas Malaysia membantu menghancurkan Vietnam dengan skor telak 4-0 pada laga kedua Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved