Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

7 Pemain Naturalisasi Malaysia Siap Gugat FAM

Dhika Kusuma Winata
11/11/2025 16:02
7 Pemain Naturalisasi Malaysia Siap Gugat FAM
Ilustrasi(Dok ist)

TUJUH pemain naturalisasi yang terseret kasus pemalsuan administrasi Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap federasi tersebut. Keputusan itu muncul setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada mereka.

Mengutip laporan media Malaysia, Harian Metro, para pemain kini tengah berkonsultasi dengan tim hukum asing untuk menyiapkan gugatan.

“Dipahami bahwa pengacara luar negeri tengah berdiskusi dengan tujuh pemain tersebut untuk mempertimbangkan upaya hukum terhadap FAM atas kesalahan teknis yang sudah diakui oleh pihak asosiasi,” ujar seorang sumber kepada media itu.

Sumber tersebut menambahkan, keputusan untuk menempuh jalur hukum untuk meminta ganti rugi tidak mengejutkan mengingat sanksi tersebut berdampak langsung pada karier para pemain. Sejumlah di antaranya bahkan kehilangan kontrak setelah klub memutus kerja sama pascaskandal tersebut.

“Langkah menuntut kompensasi juga dimaksudkan untuk memulihkan nama baik mereka agar bisa mendapatkan klub baru setelah masa larangan berakhir,” lanjut sumber tersebut.

Kasus ini bermula pada September lalu ketika FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM dan tujuh pemain naturalisasi karena dugaan penggunaan dokumen palsu agar mereka bisa bermain di ajang kualifikasi Piala Asia 2027.

FAM dikenai denda sebesar 350.000 franc Swiss sedangkan masing-masing pemain dijatuhi denda 2.000 franc Swiss serta larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola selama setahun sejak tanggal pemberitahuan.

Ketujuh pemain yang terlibat ialah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

Mereka sempat tampil dalam laga kualifikasi melawan Vietnam pada Juni lalu sebelum FIFA menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran status kelayakan pemain.

FIFA menegaskan, FAM dan para pemain melanggar Pasal 22 Kode Disiplin yang mengatur soal pemalsuan dan rekayasa dokumen. FAM kemudian mengakui kesalahan teknis dalam proses pengajuan dokumen yang dilakukan oleh staf internal.

Namun, upaya banding FAM tak membuahkan hasil. Pada awal November, FIFA resmi menolak keberatan federasi Malaysia tersebut dan menegaskan seluruh sanksi tetap berlaku penuh. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya