Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Sepak Bola Malaysia (FAM) memberikan respon mengenai putusan Pengadilan Arbitase Olahraga (CAS) terkait kasus tujuh pemain naturalisasi mereka.
Dikutip dari laman resmi, Jumat, FAM menghormati yurisdiksi CAS, tetapi mereka berpendapat bahwa hukuman yang dijatuhkan tampak tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan kasus serupa yang sebelumnya diputuskan oleh CAS.
FAM menilai keputusan ini sangat mengecewakan bagi para pemain karena mereka tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal administratif.
FAM memiliki pandangan bahwa ketujuh pemain tersebut adalah warga negara Malaysia yang sah telah diberikan kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan hukum Malaysia.
Dalam putusannya, CAS menetapkan para pemain tersebut hanya akan menjalani larangan bermain selama 12 bulan, bukan larangan dari seluruh aktivitas sepak bola.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, CAS menyebut bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan tetap terbukti, tetapi hukuman yang dijatuhkan dianggap cukup bila hanya berupa larangan tampil di pertandingan resmi selama 12 bulan.
Sebelumnya, pada September tahun lalu, FIFA menjatuhkan hukuman larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola kepada tujuh pemain tersebut setelah menemukan adanya pemalsuan dokumen agar mereka bisa membela Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam pada Juni tahun lalu.
Salah satu pemain yang terkena sanksi adalah Facundo Garces dari klub LaLiga, Deportivo Alaves. Enam pemain lainnya yakni Gabriel Arrocha (Unionistas de Salamanca), Rodrigo Holgado (America de Cali), Imanol Machuca (Velez Sarsfield), serta tiga pemain Johor Darul Ta'zim yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Meski meringankan hukuman bagi para pemain, CAS tidak mengubah denda yang dijatuhkan FIFA sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,61 miliar) kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). (Ant/P-3)
Sanksi FIFA Malaysia: CAS berikan penangguhan sementara hukuman 7 pemain naturalisasi terkait skandal dokumen. Simak detail lengkapnya.
FAM menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
Komite Banding FIFA kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding FAM dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
FIFA menyatakan FAM telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA 2025 terkait pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu yang melibatkan tujuh pemain kelahiran luar negeri.
FAM menilai sejumlah kesimpulan yang disampaikan FIFA tidak didukung bukti yang jelas.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Sanksi FIFA Malaysia: CAS berikan penangguhan sementara hukuman 7 pemain naturalisasi terkait skandal dokumen. Simak detail lengkapnya.
CAS menolak banding Federasi Senam Israel terkait keikutsertaan dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Indonesia. Pemerintah Indonesia tak berikan visa bagi kontingen Israel
Federasi Senam Israel menggugat Indonesia ke CAS usai larangan tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta. Simak alasan lengkapnya di sini!
Keputusan CAS itu hadir sehari setelah Crystal Palace mengalahkan Liverpool melalui adu penalti untuk meraih gelar Community Shield di Wembley.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved