Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT sepak bola, M Kusnaeni menyatakan PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) tidak perlu tergesa-gesa untuk segera menggunakan Video Assistan Referee (VAR).
Kusnaeni atau Bung Kusnaeni mengapresiasi langkah PSSI dan PT LIB melakukan uji coba tahap ketiga penggunaan VAR di Lapangan JSI, Resort, Megamendung, Bogor, Sabtu (17/2). Uji coba itu dilakukan dalam pertandingan klub Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal.
"Ini sebuah langkah maju yang baik. VAR memang sudah jadi kebutuhan dan menjadi salah satu standar kompetisi sepak bola profesional yang baik," kata Bung Kus (18/2).
Baca juga : PSSI Akui Wasit Indonesia belum Siap Gunakan VAR
"Tapi saya sarankan agar penerapan VAR di Liga 1 dilakukan secara cermat dan bijak. Tidak perlu tergesa-gesa hanya karena tekanan publik," imbuhnya.
Bung Kus menegaskan bahwa PSSI maupun PT LIB harus benar-benar matang dalam menyiapkan infrastruktur hingga wasit. Terutama, lanjut dia, sumber daya manusia (SDM) yang akan mengoperasikan VAR harus benar-benar matang.
"Itu yang paling penting. Mungkin yang ideal dimulai musim depan. Sekarang lakukan dulu uji coba VAR di pertandingan-pertandingan non-kompetisi. Kita lihat dulu dan evaluasi secara serius," sebutnya.
Baca juga : Teknologi VAR bakal Digunakan di Piala Dunia U-17, Pertama Kali di Indonesia
Lebih lanjut, Bung Kus menjelaskan bahwa SDM akan menjadi sorotan jika sebuah keputusan dirasa tidak memuaskan oleh sejumlah pihak. Oleh karena itu, Bung Kus mendesak PSSI maupun PT LIB untuk memperkuat SDM dengan pelatih yang bersertifikasi.
Sebab, dalam setiap pekan setidaknya akan berlangsung sembilan pertandingan secara serentak di Liga 1. Artinya dibutuhkan puluhan pengadil VAR yang bersertifikat.
"Jangan sampai publik malah kecewa karena kehadiran VAR tidak membantu peningkatan kualitas kompetisi. Pastikan bahwa jika VAR diterapkan di Liga 1 itu karena kita memang betul-betul sudah siap," pungkasnya. (Z-8)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Enzo Maresca menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kartu merah pemain Chelsea Moises Caicedo, tetapi ia menyoroti inkonsistensi wasit.
PELATIH Persija Jakarta Mauricio Souza angkat bicara soal tudingan bahwa wasit dalam pertandingan Persija Jakarta vs Persik berat sebelah. Tudingan tersebut dilayangkan dari kubu Persik
PSSI berharap wasit laga Indonesia vs Arab Saudi bersikap netral dan adil demi menjaga sportivitas serta kualitas pertandingan.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Rabu (9/10) dan Irak pada Minggu (12/10).
PSSI memprotes penunjukkan wasit Ahmed Al-Ali karena berasal dari kawasan yang sama dengan Arab Saudi, yaitu Timur Tengah, sehingga ditakutkan memengaruhi objektivitas pertandingan.
Erick Thohir menilai wasit yang ditunjuk berasal dari Kuwait dikhawatirkan tidak netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved