Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA Final UEFA Nations League, Senin (19/6) dini hari WIB sangat penting untuk Luka Modric di akhir kariernya bersama Kroasia. Sang kapten ingin memimpin negaranya, untuk berjaya di Stadion De Kuip, Rotterdam, Belanda melawan Spanyol di partai puncak.
Pertanyaan menyelimuti gelandang veteran berusia 37 tahun itu mengenai masa depannya baik di sepak bola internasional maupun di level klub bersama Real Madrid , dengan kontraknya akan berakhir bulan ini. Laga ini bisa menjadi kesempatan terakhirnya untuk mempersembahkan trofi pertama bagi Vatreni--julukan Kroasia--.
Negara dengan populasi hanya empat juta orang itu secara konsisten tampil di panggung dunia selama 25 tahun terakhir, dimulai dengan finis ketiga di Piala Dunia 1998. Mereka kemudian mencapai final Piala Dunia 2018, namun kalah dari Prancis. Di Piala Dunia 2022 Qatar tahun lalu, mereka menyingkirkan favorit juara Brasil di perempat final dan jadi juara ketiga.
Baca juga: Komplek Latihan Dinamo Zagreb Diberi Nama Luka Modric
"Kami sekali lagi menjadi pembangkit tenaga dalam sepak bola, menunjukkan bahwa kami memiliki kualitas dan karakter," kata pelatih Kroasia Zlatko Dalic.
Modric, yang melakukan debut internasionalnya pada 2006, mencatatkan penampilan internasionalnya yang ke-165 melawan Belanda di babak semifinal UEFA Nations League. Ia menjadi pemain kunci dengan kemenangan 4-2 lewat perpanjangan waktu.
Baca juga: Benzema dan Modric Ingin Reuni Dengan Ronaldo, Ini Kata Ancelotti
Maestro lini tengah berada di atas lapangan hingga menit ke-119, tampil sangat konsisten, dan mendikte permainan.
"Modric adalah contoh lain dari seorang olahragawan, pemain yang di usianya masih memiliki rasa lapar dan ambisi untuk memenangkan banyak hal, dia tidak pernah bosan. Dia adalah contoh bagi semua anak di luar sana dan tanda lain bahwa usia tidak berarti apa-apa," kata striker Spanyol Joselu yang jadi penentu kemenangan timnya atas Italia 2-1 di babak semifinal.
Berapa laporan Modric mungkin pensiun dari tugas internasional setelah UEFA Nations League. Namun, Modric mengatakan akan memutuskan masa depannya setelah turnamen berakhir.
"Saya selalu menikmati bermain untuk tim nasional, bukan karena itu bisa menjadi kompetisi terakhir saya atau pertandingan terakhir saya," kata Modric.
"Setiap pertandingan, setiap sesi latihan adalah kegembiraan. Selama saya merasa bisa membantu, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak berada di sini," lanjutnya.
Bagi Spanyol, lolos ke final dengan mengalahkan Italia memberi kepercayaan diri kepada pemain La Furia Roja, yang tampil buruk dalam beberapa laga awal bersama pelatih anyar Luis De La Fuente.
"Saya senang karena para pemain menunjukkan permainan yang berkualitas. Ini merupakan kemenangan penting dan membuat saya lebih optimis dengan tim ini. Kami bermain solid dan mendapat hasil yang bagus," kata Luis De La Fuente.
Sementara itu Italia akan menghadapi tuan rumah Belanda dalam pertandingan perebutan tempat ketiga pada Minggu (18/6) malam WIB. (Z-7)
Oliver Glasner memuji kesabaran pemain Crystal Palace saat membungkam Zrinjski Mostar 2-0.
Kapten Dean Henderson merayakan laga ke-100 bersama Crystal Palace dengan kemenangan atas Zrinjski Mostar. The Eagles melaju ke 16 besar Liga Konferensi.
Meski tersingkir dari Liga Konferensi Fiorentina, pelatih Jagiellonia Adrian Siemieniec bangga akan perjuangan timnya dan sensasi hat-trick Bartosz Mazurek.
Kiper Crystal Palace, Dean Henderson, memperingatkan rekan setimnya yang berencana hengkang untuk tetap fokus dan menjaga performa di tengah gejolak klub.
Antonín Rusek menjadi kunci sukses Sigma Olomouc melaju ke 16 besar Liga Konferensi.
HNK Rijeka mencetak sejarah dengan melaju ke 16 Besar UECL usai menundukkan Omonia.
AC Milan harus bersusah payah untuk membawa pulang poin penuh saat bertandang ke markas Pisa dalam lanjutan pekan ke-25 Serie A, Sabtu (14/2).
Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek membawa AC Milan menang tipis atas Pisa. Simak komentar Modric soal persaingan Scudetto dan rekor bersejarahnya.
Max Allegri puji peran vital Luka Modric dalam kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa. Pelatih Rossoneri ini sebut semua pemain harus belajar dari Modric.
AC Milan sukses mencuri tiga poin di markas Pisa dengan skor 2-1. Meski diwarnai penalti gagal dan kartu merah, gol Luka Modric jadi penentu kemenangan.
Dengan Luka Modric yang tetap menjadi pengatur permainan pada usia 40 tahun dalam penampilan ke 193, Kroasia perlahan mengambil alih tempo
Luka Modric, yang didatangkan secara gratis setelah 13 tahun memperkuat Real Madrid, tampil dominan di lini tengah AC Milan bersama rekrutan anyar Adrien Rabiot.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved