Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

AC Milan vs Pisa: Modric dan Loftus-Cheek Jaga Asa Scudetto Milan Usai Bungkam Pisa

Thalatie K Yani
14/2/2026 06:09
AC Milan vs Pisa: Modric dan Loftus-Cheek Jaga Asa Scudetto Milan Usai Bungkam Pisa
Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek membawa AC Milan menang tipis atas Pisa. Simak komentar Modric soal persaingan Scudetto dan rekor bersejarahnya.(AC Milan)

AC Milan berhasil membawa pulang poin penuh dalam laga sengit melawan Pisa pada Sabtu (14/2). Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek menjadi aktor kunci yang memastikan Rossoneri tetap berada dalam jalur persaingan gelar juara Serie A atau Scudetto musim ini.

Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Pisa, yang sebelumnya berhasil menahan imbang Milan 2-2 di San Siro pada Oktober lalu, kembali menyulitkan tim asuhan Max Allegri. Meski sempat unggul lebih dulu, Milan harus berjuang hingga menit akhir untuk memastikan kemenangan 2-1.

Modric: Poin Krusial untuk Terus Bertarung

Gelandang veteran Luka Modric menegaskan betapa pentingnya kemenangan ini bagi mentalitas tim. Pemain asal Kroasia itu menjadi pembeda lewat gol telatnya setelah melakukan kerja sama apik dengan Samuele Ricci.

"Penting bagi kami, kami tidak boleh melewatkan kemenangan hari ini, karena kami tahu poin-poin ini sangat krusial untuk tetap berada dalam pertarungan memperebutkan liga, dan kami berhasil melakukannya," ujar Modric kepada DAZN Italia.

Modric juga mengakui timnya sempat lengah di babak kedua yang menyebabkan gawang Mike Maignan kebobolan. Namun, ia memuji daya juang tim yang langsung menekan balik hingga gol penentu tercipta.

Rekor Bersejarah dan Sambutan Penggemar

Gol tersebut membawa Modric mengukir sejarah sebagai pemain tertua ketiga yang mencetak gol di Serie A pada usia 40 tahun 157 hari. Ia kini bersanding dengan para legenda Milan lainnya, Alessandro Costacurta dan Zlatan Ibrahimovic.

Atas performa heroiknya, pendukung Milan yang bertandang ke Pisa memberikan penghormatan khusus melalui nyanyian yang dahulu identik dengan Diego Maradona.

"Sebuah hak istimewa mendengar mereka menyanyikan lagu itu untuk saya. Terima kasih banyak, saya sangat senang mendengarnya," ungkap Modric dengan rendah hati.

Instruksi Tegas Allegri untuk Loftus-Cheek

Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek yang membuka keunggulan Milan melalui sundulan, mengakui golnya tak lepas dari instruksi keras Max Allegri dari pinggir lapangan. Sebelum gol tercipta, Allegri terus berteriak memintanya untuk lebih berani menyerang ruang kosong seperti seorang striker.

"Pisa bermain sangat kompak dan sulit bagi kami untuk bermain. Ketika bola berada di sisi sayap, saya yakin Anda bisa mendengarnya (Allegri), dia berteriak 'masuk ke kotak penalti, serang kotak penalti'. Zack memberikan umpan silang yang hebat, dan saya menyambutnya, jadi saya sangat senang," tutur Loftus-Cheek.

Fokus Game demi Game

Meski Milan kini terus menempel ketat Inter di puncak klasemen, Loftus-Cheek memilih untuk tetap membumi. Ia menekankan bahwa mengalihkan fokus pada tim lain justru bisa merugikan Milan.

"Saya pikir yang paling penting adalah fokus pada diri kami sendiri. Pertandingan terlalu sulit untuk melihat terlalu jauh ke depan, kami harus menjalaninya laga demi laga. Kita akan lihat di mana posisi kita nanti," pungkasnya.

Kemenangan ini sedikit ternoda oleh kartu merah Adrien Rabiot di masa injury time. Akibatnya, gelandang asal Prancis itu dipastikan absen dalam laga melawan Como tengah pekan depan serta partai krusial Derby della Madonnina melawan Inter Milan. (football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya